Sunday, December 5, 2021
spot_img
BerandaGagasan Ilmiah PopulerApa Untungnya Mengusik Problematika Domestik Orang Lain?

Apa Untungnya Mengusik Problematika Domestik Orang Lain?

Oleh Awanis Akalili S.I.P., M.A.
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta dan Kandidat Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada

Suyanto.id–Mengapa beberapa orang sangat senang untuk menanyakan hal-hal yang tidak semestinya mereka tanyakan pada orang lain? Tentang kehidupan domestik yang berhubungan dengan problematika biologis, misalnya. Juga, mengapa beberapa orang sangat senang membanding-bandingkan hingga terkesan memaksakan kondisinya dengan kondisi orang lain?

Berbicara mengenai bagaimana hubungan dan korelasinya dengan teori komunikasi interpersonal pagi ini membuka kembali narasi luka saya atas kegundahan pada cara orang bertanya terkait ranah privat dari orang lain. Sedekat apapun individu, nampaknya tidaklah pas untuk mencampuri perkara rumah tangga orang lain apalagi membicarakannya di ruang publik. Di dalam berkehidupan, tentu individu memiliki batasan-batasan kenyaman ketika berkomunikasi terutama ketika mendiskusikan hal-hal cukup sensitif. Meskipun juga kadar sensitivitas masing-masing individu berbeda. Bukankah masing-masing individu berhak atas informasi privatnya dan berhak pula untuk memberi batasan komunikasi demi meminimalisasi sakit hati atas bahasa-bahasa yang diucapkan lawan bicaranya?

Problematika sosial mengenai ranah domestik ada banyak rupanya. Salah satu di antaranya ialah konstruksi “segera menambah anak” sebagai kalimat paling sering terdengar dan cukup berhasil mengusik logika berpikir saya. Berbicara untung dan rugi layaknya logika pasar, maka sebenarnya apa kebanggaan atas mengetahui permasalahan privat orang lain? Apabila ini adalah wujud perhatian, mengapa terkesan melakukan pemaksaan? Pemaksaan untuk hidup demi memvalidasi komponen-komponen kebahagiaan orang lain.

Beberapa waktu lalu, kritik pada bagaimana orang mengatur rahim-rahim perempuan telah saya utarakan. Tentang bagaimana perempuan memiliki hak otoritas pada tubuhnya, pengendalian diri atas tubuh yang ia miliki. Pertanyaan mengenai anak selalu ditujukan pada seorang perempuan, meskipun juga tak jarang pula pihak laki-laki terkena imbasnya. Laki-laki juga memiliki kebebasan untuk mendiskusikan bagaimana ia bersama pasangannya saling berkolaborasi membangun sebuah rumah tangga. Sayangnya beberapa orang masih disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan domestik seperti figur keluarga bahagia dengan dua anak dan berjenis kelamin berbeda, mengenai penambahan kuantitas anak, dan segala rupa problematika domestik lainnya. Hal paling menyebalkan ialah ketika masalah ini dianggap sebagai “bercanda” atau “sekadar tanya, jangan serius-serius lah”, sementara ada pihak-pihak lain yang mungkin terluka atas ucapan yang sadar maupun tidak sadar terlontarkan tersebut.

Baca juga:   Menangis adalah Hak

Beberapa orang santai saja menanggapi pertanyaan-pertanyaan domestik, tetapi ada juga yang sakit hati hingga depresi atas tekanan sosial yang dialaminya. Melalui tulisan ini, mari bersama-sama meminimalisasi rasa untuk selalu ingin tahu kondisi domestik orang lain. Sejatinya, berkehidupan pun membutuhkan ruang-ruang privat dan rahasia yang tidak semuanya perlu diketahui khalayak luas.

Sekali lagi, perihal nominal jumlah anak dalam konsep berumah tangga adalah hak masing-masing pasangan. Tidaklah bijak apabila memproblematisasi hal tersebut karena setiap individu memiliki manajemen rumah tangganya masing-masing. Apabila kedua pasangan tersebut memang berkomitmen untuk memiliki satu anak, apa masalahnya? Relasi menekankan pada kesepakatan, kesepahaman hingga kesetaraan. Jika mereka yang menjalani saja senang, tidak ada untungnya kita mencampuri kebahagiaan mereka. Biarkan mereka hidup dengan mendefinisikan bahagianya masing-masing. Salam. (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Kapuas

0

Makrifat Kematian

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Pengantar Kepemimpinan

Makrifat Kematian

Kapuas

1,166FansLike
59FollowersFollow