Saturday, January 16, 2021

Gus Nas

44 KIRIMAN0 KOMENTAR
Gus Nas Jogja atau H. M. Nasruddin Anshoriy adalah Pengasuh Padepokan Desa Kebangsaan Ilmu Giri, Imogiri.

Cahaya di Langit Krapyak

Oleh Gus Nas Jogja Ode buat Gus Nadjib Langit di atas Krapyak berkaca-kaca Mengabarkan kepergian ayat-ayat suci di senja itu kepada Sang Maha Cinta Dalam derai doa dan...

Kaleidoskop Cinta

Gus Nas Jogja Selembar tahun kembar gugur ke bumi dari pohon rindu Bulan keduabelas sesaat lagi patah bersama luka dan benalu pada reranting dukacita Setahun sudah kutabahkan...

Apa Kabarmu, Ibu

Oleh Gus Nas Jogja Hari ini langit di negeri ini berwarna lembayung Kepak sayap merpati menembus kabut Mencari cakrawala dalam orkesrtra doa Seusai tahmid kusenandungkan agar semesta berpesta Kusebut...

Jakarta

Oleh Gus Nas Jogja Lebam siapa yang pagi ini kutemukan dalam puisi Semburat langit mengucap gerimis Kota yang telah kehabisan kata Keluh dan kesah memerih dalam kisah sejarah Kemana...

Bela Bangsa

Oleh Gus Nas Jogja Tanah air yang berurai air mata Anak-anak zaman yang terapung di antara batu-batu karang Masih adakah suara renta dan terbata-bata ini kalian dengarkan? Dalam...

Pagi ini Kucium Bau Surga

Gus Nas Jogja Pagi ini kucium bau surga Pada semerbak rindu di kelopak jiwa Dari harum doa dari lidah yang selalu terjaga Kupetik sebutir embun di rimba raya Yang...

Pameran Seni Rupa: Membaca Makrifat Merapi

Indonesia: Seni Sebagai Mitigasi Erupsi dan Penguat Daya Imun di Era Pandemi Hanya satu bumi yang kita tempati, karena itu wajib kita pelihara dan kita makmurkan bersama...

Ibuku, Guruku

Oleh Gus Nas Jogja Saat tatap muka tak lagi sempurna Dan ruang-ruang kelas hanya menyisakan debu semata Ibuku adalah guru sejatiku Kepada siapa anak-anak bangsa ini mencari ilmu Saat...

Sekuntum Doa bagi Guru

Gus Nas Jogja Ziarah cinta ke cakrawala Tak hanya karpet merah yang kubentangkan buatmu, Guru Engkaulah manusia terpuji yang terus diuji oleh waktu Saat pendidikan terus dikepung silang...

Fragmen Pohon dan Rimba

Gus Nas Jogja Pohon-pohon tua itu menuliskan sejarahnya Pada getah dan galih Tentang rimba yang perih Bermula sebutir benih Ia tumbuh dan berserah Saat kemarau ia tak mengucap risau Kala hujan...
- Advertisment -

Tulisan Terbaru