Friday, February 26, 2021

Gus Nas

54 KIRIMAN0 KOMENTAR
Gus Nas Jogja atau H. M. Nasruddin Anshoriy adalah Pengasuh Padepokan Desa Kebangsaan Ilmu Giri, Imogiri.

Tabur Bunga bagi Indonesia

Oleh Gus Nas Jogja Dalam debur duka bangsa kutabur bunga bagi Indonesia Agar nalar tak ingkar agar luka tak mekar agar agama tak dijadikan cuka pada...

Istana Maimun

Oleh Gus Nas Jogja Senja di bumi Medan masih juga perkasa Kulihat biru langit dan ornamen warna berpadu Pada Istana Maimun yang menyimpan ribuan rindu Kubaca kembali sejarah...

Macron

Oleh Gus Nas Jogja Lembayung murung di langit Perancis Menara Eiffel membeku dalam pelukan senja Aku bertanya padamu: ini pertanda apa? Di pusat-pusat pertokoan papan atas kota Paris Kusaksikan gaya...

Puisi Pemuda

Oleh Gus Nas Jogja Antara kredo dan manifesto Sumpah Pemuda adalah mahakarya puisi 1928 adalah tahun penuh makna Ketika Indonesia masih sebatangkara Manakala kedaulatan bangsa sebatas bianglala Hari itu tanggal...

Bukit Bagantung

Gus Nas Jogja Jadilah saksi pada hening takbir Dan sunyi salamku Akulah kasidah semesta Yang sudah lama dilupakan oleh waktu Simaklah dengan seksama khotbah perih ini Takdir Cahaya bertahta dalam...

Sarung Santri

Oleh Gus Nas Jogja Menjelang 10 November yang menjadi arus balik sejarah tanah air ini Ketika Proklamasi Kemerdekaan terus diuji oleh jiwa pongah Jenderal Mallaby Kaum santri...

Lanskap Ibukota

Gus Nas Jogja Inikah wajah kota yang dulu bernama Batavia? Saat Jan Pieterszoon Coen membendung sungai Ciliwung Lalu membangun istana megah Simbol penjajah dan laku semena-mena? 75 tahun sesudah...

Kabar Jelaga dari Jakarta

Gus Nas Jogja Apa yang masih tersisa dari Jakarta Ketika amarah tumpah dan api membara di jalan raya Masih adakah yang merasa gagah dan merasa paling jumawa? Jika...

Peluk Erat buat Pendemo

Gus Nas Jogja Selamat pagi Indonesia Masih adakah bara api pada sepasang bola matamu? Setelah bening embun membutir kemilau di puncak Monas pagi ini? Sepucuk salam kusampaikan Padamu yang...

Omnibus Law

Gus Nas Jogja Memandang masa depan Indonesia Raya Aku melihat noktah kelam dan kabut kelabu berpeluk mesra di depan mata Cakrawala dikepung badai Indonesia Raya terpajang di ruang...
- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Hari yang Dijanjikan

Menangis adalah Hak

Problematika Terurai

Kilasanmu Ayah