Friday, February 26, 2021

Gus Nas

54 KIRIMAN0 KOMENTAR
Gus Nas Jogja atau H. M. Nasruddin Anshoriy adalah Pengasuh Padepokan Desa Kebangsaan Ilmu Giri, Imogiri.

Membaca Jogja

Gus Nas Jogja Alun-Alun Utara Jogja itu kini sepi tanpa suara Jejak kaki jutaan peziarah itu pun punah dan tanpa tercatat sejarah Daun-daun beringin jatuh tertiup angin Pagelaran...

Tugu Proklamasi

Gus Nas Jogja Tak ada Sukarno dan Hatta di sini Jejak juang dwi-tunggal itu seakan sirna dari sejuk sanubari Yang tersisa kini hanya taburan debu pada patung...

Megatruh Kemerdekaan

Gus Nas Jogja Agustusku kali ini hanya ada jalan sunyi Saat pandemi telah mengunci geliat jasmani Memaparkan kelu dan candu hingga di jantung nurani Kesepian terus merayap hingga...

Fragmen Agustus

Gus Nas Jogja Ada yang tak mungkin kulupa setiap Agustus tiba Mencatat nestapa pada bangsa yang bertabur luka Menziarahi kuburan kemerdekaan yang mati muda Dengan memohon maaf pada...

Idul Adha

Gus Nas Jogja Bahkan Tuhan pun Maha Cemburu Maka sebelum cinta yang fana menusuk kalbu Sembelihlah ia dengan takbir bertalu Allahu Akbar! Padang Arafah adalah saksi abadi segala rindu Ketika...

Ode Buat Sapardi Djoko Damono

Gus Nas Jogja Pengasuh Padepokan Desa Kebangsaan Ilmu Giri, Imogiri Matahari bulan Juli baru sepenggalah Saat minggu pagi mengakhiri bait puisi Menjadi duka abadi Yang fana adalah waktu Begitu katamu Dan...

Malioboro

Gus Nas Jogja Selamat pagi, Malioboro Kusapa engkau dengan mata sembab entah kenapa Setengah Abad sudah waktu mengucap rindu Ribuan bait puisi yang kini tinggal tulang terkubur debu Di...

Seperti Inikah Caramu Mengenang Jogja?

Gus Nas Jogja Setelah begitu lama Kota ini memberikan kenangan dan cinta Lalu dengan tergesa-gesa kau tinggalkan luka dan liku kenanganmu begitu saja Beginikah caramu mengenang Jogja? Di...

Balada Lahirnya Pancasila

Gus Nas Jogja Seusai subuh yang gaduh Pada musim kemarau kemerdekaan yang riuh Bung Karno turun dari Semeru Puncak gunung yang penuh sembilu Berguru pada para empu Belajar pada para...

Buku

Gus Nas Jogja Buku membentangkan sayap-sayap ilham dalam diam dan gerakku Menjadikan kata-kata laksana jutaan bulu yang selalu tumbuh sebagai buluh perindu Buku membukakan ribuan jendela di...
- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Hari yang Dijanjikan

Menangis adalah Hak

Problematika Terurai

Kilasanmu Ayah