Saturday, December 4, 2021
spot_img

Bagimu Negeri

Oleh Gus Nas Jogja

Untuk Taufiq Ismail

Indonesia bukanlah benteng dan tirani
Bukan pula tragedi atau komedi
Ia adalah kata kerja
Yang terus mencari akal budi dan marwahnya
Dalam kibaran merah-putih di cakrawala

Jangan pernah malu untuk rindu
Jangan pernah lupa pada cinta
Bagimu negeri adalah harmoni
Padamu negeri adalah orkestra
Rakyat berdaulat adalah partiturnya

Indonesia adalah tanah air segala syair dan puisi
Ibu Pertiwi seluruh madah dan pantun
Gurindam dan seloka
Indonesia adalah Tanah Air Mantra

Mata air rasa syukur
Mata langit semesta cinta
Rahim Bumi yang melahirkan para empu dan pujangga
Itulah Indonesia

Orde Lama yang dulu rindang
Lalu kautebas dengan tajam
Lalu menjelma Benteng dan Tirani
Sudah berganti Orde Baru
Yang tiga dasawarsa menabur benalu
Berbuah luka

Era Reformasi kini
Tapi tak juga subur
benih syair dan berkah puisi
Hujat lebat kata-kata
Tapi hujan keindahan tak kunjung tiba
Kedamaian tak membasah di relung jiwa
Aku merindukanmu dalam doa dan cinta

Di jalan Utan Kayu 66
Engkau menggelar Sajadah Panjang
Sebab di penghujung usia
Dunia hanya Panggung Sandiwara

Mari kita syukuri ribuan risau di diri ini
Lalu kita sembahyang dan berdzikir di ujung duri
Agar doa mendaki ke puncak cinta
Agar kemesraan berbuah berjuta makna
Berkah dan cerah usiamu tiada hingga

25 Juni 2021
Selamat Milad ke-86

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Kapuas

0

Makrifat Kematian

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Pengantar Kepemimpinan

Makrifat Kematian

Kapuas

1,166FansLike
59FollowersFollow