Saturday, December 4, 2021
spot_img

Bangkit

Oleh Gus Nas Jogja

Dengan suara serak dan terbata-bata
Sembari bermimpi membelai bidadari di Taman Surga
Hari ini aku mengucap tanya:

“Kenapa sayap-sayap perkasa bangsa ini tak juga mengepak ke cakrawala?
Kenapa pula berjuta kaki putra-putri Ibu Pertiwi masih terperosok dalam comberan kebencian dan rawa-rawa adu domba?”

Bangsa yang sakit karena rumit tak mungkin bisa bangkit
Bangsa yang terus saling mendzalimi dan menganiaya diri sendiri hanya layak disimpan di peti mati

Sedangkan anak-anak muda yang hanya doyan berfoya-foya tapi malas berpikir dan bekerja hanya sampah bagi Indonesia!

Catatlah wahai Putra dan Putri Indonesia
Satu Nusa ini untuk siapa?
Jika para fakir-miskin satu persatu dibiarkan mati tanpa pembela
Ketika hukum dan kekuasaan semakin buta pada jerit keadilan dan rintihan cinta

Satu Bangsa ini apa maknanya?
Jika kemakmuran hanya dicengkeram segelintir serigala berwajah manusia
Sedangkan rakyat yang berdaulat hanya gigit jari tak henti-henti
Rakyat yang berdaulat dibiarkan sekarat oleh aparatnya

Satu Bahasa hanya merah lipstik di bibir saja
Sedangkan akal-budi dan jiwa bangsa ini dibiarkan putih mata tak tentu rimba

Ah, kebangkrutan nasional telah sampai di depan mata
Pembangunan berkelanjutan hanya hadir dalam diskusi
Tapi keserakahan dan korupsi berpesta setiap hari

Aku menggali Pancasila hingga ke dalam darah dagingku
Kucari Ketuhanan di kedalaman hati dan tulang sunsumku
Kuburu Keadilan Sosial hingga di relung kalbu
Tapi yang ketemu hanya mata air air mataku
Yang kutemu hanya gelap kelam wajah bangsaku

Wahai jiwa-jiwa Satu Nusa
Jabatlah dengan hangat bait-bait puisiku
Sayap-sayap cinta yang merindukan cakrawala
Sayap-sayap rindu yang mencintai jiwa manusia

Wahai putra-putri Satu Bangsa
Rapatkan doa dimanapun kalian berada
Panjatkan suara hati untuk kemerdekaan dan keadilan Ibu Pertiwi

Duhai bibir-bibir gemetar Satu Bahasa
Berikan isyarat pada dunia
Bukan dengan caci-maki dan propaganda
Tapi dengan jihad lidah merawat kata
Mengawal bahasa seindah rindu dalam gurindamku

20 Mei 2021
Memaknai Hari Kebangkitan Nasional

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Kapuas

0

Makrifat Kematian

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Pengantar Kepemimpinan

Makrifat Kematian

Kapuas

1,166FansLike
59FollowersFollow