Monday, November 30, 2020
Beranda Pendidikan Belajar Daring melalui Portal Rumah Belajar

Belajar Daring melalui Portal Rumah Belajar

Oleh Amal Maliki
Kepala SMAN 01 Bombana dan Mahasiswa Magister Fisika/Geofisika UHO

Suyanto.id–Akhir-akhir ini (masa pandemi), belajar daring (dalam jaringan) menjadi sangat familier di dunia pendidikan. Hal ini sebagai konsekuensi dari peralihan pembelajaran yang sebelumnya adalah tatap muka berubah menjadi pola jarak jauh.

Pada pola pembelajaran jarak jauh, salah satu metode yang dapat digunakan adalah daring. Pembelajaran dengan metode daring membutuhkan fasilitas pendukung, seperti jaringan internet dan gadget/laptop. Di samping itu, diperlukan juga media (platform) sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran.

Ada beberapa platform pembelajaran daring yang dapat digunakan oleh guru, di antaranya adalah Ruang Guru, Quipper, Zenius, Kelas Pintar, Google Classroom, Zoom, Google Meet, dan Rumah Belajar. Masing-masing platform memiliki kelebihan dan kekurangan.

Melalui tulisan ini, penulis memperkenalkan penggunaan Platform Rumah Belajar milik Kemdikbud RI dalam pembelajaran daring yang sudah berjalan kurang lebih tujuh bulan di sekolah yang penulis pimpin. Pemilihan Rumah Belajar sebagai media pembelajaran daring karena platform ini cukup praktis dan hemat dalam penggunaannya. Di samping itu, Platform Rumah Belajar menyediakan beberapa fitur pembelajaran yang dapat diakses secara offline (gratis) maupun online serta cukup interaktif. Beberapa fitur utama yang disediakan oleh Portal Rumah Belajar antara lain:

  • Sumber Belajar

Fitur ini menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Melalui fitur sumber belajar ini, guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara interaktif menggunakan gambar/info grafis, video, animasi, simulasi, evaluasi, dan game (permainan).

  • Kelas Maya

Fitur ini dirancang dengan Learning Management System (LMS) dan dikembangkan secara khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan siswa. Melalui fitur kelas maya ini, guru dapat memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan kepada siswa dalam bentuk digital kapan saja dan di mana saja.

  • Bank Soal

Fitur ini merupakan kumpulan soal dan materi evaluasi siswa dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Melalui fitur bank soal ini juga tersedia berbagai akses soal latihan, ulangan, dan ujian.

  • Laboratorium Maya

Fitur ini merupakan simulasi praktikum laboratorium yang disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum.

Mekanisme Pemanfaatan Portal Rumah Belajar

Untuk bisa menggunakan portal Rumah Belajar, sekolah terlebih dahulu harus mendaftarkan diri sebagai penyelenggara. Caranya, kepala sekolah menunjuk seorang admin yang akan mendaftarkan akun sekolah penyelenggara di Portal Rumah Belajar.

Admin sekolah membuka Portal Rumah Belajar (pastikan komputer terhubung jaringan internet), kemudian mengisi formulir pendaftaran secara lengkap. Setelah formulir diisi dengan lengkap, admin sekolah mengirim isian formulir ke admin pusat (Kemdikbud). Dalam beberapa saat (bisa satu hari), admin pusat akan memberikan tanggapan dalam bentuk mengirimkan user name dan password ke email admin sekolah.

Baca juga:   Hasil PISA dan Mutu Pendidikan: Bagaimana Solusinya?

Sampai di sini, proses pendaftaran sebagai sekolah penyelenggara telah rampung. Selanjutnya, admin sekolah mendaftarkan seluruh guru dan siswa ke sekolah penyelenggara sesuai langkah-langkah yang ditentukan. Proses mendaftarkan membutuhkan waktu yang cukup lama bergantung jumlah guru dan siswa yang akan didaftar.

Pada pendaftaran di sekolah kami dengan jumlah guru 30 orang dan siswa 480 orang, membutuhkan waktu dua minggu. Setelah semua guru dan siswa terdaftar di portal Rumah Belajar, maka setiap guru membuat kelas maya sesuai mata pelajaran yang diampu. Selanjutnya setiap siswa yang akan belajar mendaftarkan dirinya di setiap kelas maya yang sudah dibentuk. Setiap siswa bisa mendaftar lebih dari satu kelas maya sesuai mata pelajaran yang akan diikuti.

Proses pendaftaran siswa ke setiap kelas maya membutuhkan waktu paling lama sepuluh hari. Setelah semua siswa terdaftar di kelas maya, maka pembelajaran sudah dapat dimulai sesuai jadwal yang telah disusun guru. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran di kelas maya, kepala sekolah setiap hari dapat memantaunya melalui akun sekolah penyelenggara.

Baca juga:   Hasil PISA dan Mutu Pendidikan: Bagaimana Solusinya?

Proses Pembelajaran di Kelas Maya

Pembelajaran di kelas maya berlangsung secara daring mengikuti jadwal yang telah disusun oleh masing-masing guru. Setiap guru membuka kelas maya dan mengirimkan materi ke Portal Rumah Belajar, kemudian siswa membuka aplikasi Rumah Belajar di gadget/laptop masing-masing. Proses pembelajaran akan berjalan interaktif karena siswa dan guru dapat berkomunikasi melalui ruang diskusi/tanya jawab yang disediakan di kelas maya.

Selama pembelajaran berlangsung guru dan siswa dapat menggunakan moda offline untuk menghemat penggunaan pulsa data internet. Pada akhir pembelajaran, siswa mengerjakan tugas/kuis yang diberikan guru, kemudian hasilnya bisa langsung dikirim ke guru melalui kelas maya. Hasil pekerjaan siswa yang sudah diperiksa guru dapat dilihat langsung oleh setiap sisiwa sehingga siswa merasa puas dengan hasil yang diperoleh. Jika ada siswa yang belum memenuhi standar nilai, maka guru langsung memberikan remedial dalam bentuk asesmen kognitif. Sampai akhir pembelajaran, guru melakukan ujian online kepada siswa.

Efektivitas Pembelajaran di Kelas Maya

Selama pembelajaran daring menggunakan Platform Rumah Belajar di sekolah yang penulis pimpin, hasil pemantauan menunjukkan tingkat efektivitas proses pembelajaran sangat signifikan. Berikut ini adalah rata-rata keaktifan belajar guru dan siswa dari bulan Maret 2020 s.d. April 2020:

  • 31 Maret 2020= 45,80% (belum efektif)
  • 5 April 2020= 70,98% (belum efektif)
  • 7 April 2020= 80,75% (belum efektif)
  • 10 April 2020= 94,45% (efektif)

Setelah memanfaatkan Portal Rumah Belajar selama pembelajaran daring, maka dapat disimpulkan bahwa Portal Rumah Belajar merupakan salah satu alternatif media pembelajaran daring yang hemat (gratis), praktis, interaktif, dan cukup efektif meningkatkan pelaksanaan pembelajaran daring.

Semoga Platform Rumah Belajar semakin sering digunakan oleh setiap jenjang sekolah. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Indonesia Tanah Air Beta

Ibuku, Guruku

Catatan Seorang Guru

4

Fragmen Pohon dan Rimba

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Catatan Seorang Guru

Fragmen Pohon dan Rimba

Pendidikan pun Butuh Sentuhan

1,071FansLike
45FollowersFollow