Home Pendidikan Merdeka Belajar Belajar Pemasaran Digital bersama Pesantren Digital Cendekia

Belajar Pemasaran Digital bersama Pesantren Digital Cendekia

0
Belajar Pemasaran Digital bersama Pesantren Digital Cendekia

Suyanto.id–Internet menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan di masa sekarang. Urusan pekerjaan, bisnis, sampai sosial menjadi mudah karena kehadiran internet. Indonesia sendiri memiliki jumlah pengguna internet yang banyak. Menurut data Internetworldstats, pemakai internet Indonesia¬†berjumlah 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pengguna internet ketiga terbanyak di Asia setelah Tiongkok dan India.

Adanya internet mendorong perkembangan bisnis dan perdagangan. Sekarang lazim dijumpai jual beli online, baik melalui marketplace maupun memanfaatkan media sosial. Banyak pengusaha baru yang sukses memanfaatkan internet sebagai sarana pemasaran penjualan online.

Perkembangan ini membuat Yayasan Pendidikan dan Sosial Cendekia bersama para donatur mendirikan pesantren digital. Pesantren digital bertujuan untuk mencetak pengusaha baru. Harapannya, santri dapat mandiri dan mampu membuka lapangan kerja untuk orang lain.

Pada angkatan pertama, santri merupakan lulusan SMA dan mahasiswa tingkat akhir. Selama menempuh pendidikan, para santri disediakan fasilitas dan akomodasi tempat tinggal selama satu tahun. Semuanya tidak dipungut biaya.

“Jumlahnya ada delapan, 6 orang dari DIY, 2 lainnya dari dari Jawa Tengah, Klaten, dan Magelang,” ujar Naryanto Adi Saputro selaku pengelola Pesantren Digital Cendekia.

Menurut Adi, kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan September 2021. Adapun materi yang diajarkan adalah pemasaran digital melalui berbagai media. Selain teori, santri juga praktik memasarkan produk bersama praktisi.

“Kita bagi kelas siang dan malam, siang untuk mendalami teknik jualan online, malam di pesantren. Materinya seputar dasar-dasar jualan online, mulai dari bagaimana optimalisasi Facebook, Instagram, Whatsapp Bisnis, customer service, dan sebagainya. Kemudian sekarang sudah masuk tahap konkret untuk menjual produk,” tambah Adi.

Sejauh ini santri sudah berhasil menjual produk berupa susu kambing etawa. Pada tahap ini mereka diajari beriklan secara gratis, menjadi customer service dan belajar bagaimana agar bisa mencapai closing. Pemasaran secara digital membuat pembeli datang dari berbagai daerah. Adi pun optimis penjualan akan semakin meningkat.

Baca juga:   Covid-19, Culture Shock di Sekolah dan Pesantren

Customer kita nasional, karena jualannya online, dari Aceh, Gorontalo, Bali, dan sebagainya. Alhamdulillah, sekarang hasil penjualannya sudah bisa menutup keperluan pembelajaran, seperti membeli aplikasi pendukung. Ke depan kita target keuntungan penjualan dari masing-masing siswa mencapai tiga juta per bulan, itu sangat mungkin, melihat grafik penjualan pekan ini yang terus meningkat,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here