Sunday, February 28, 2021

Bencana

Gus Nas Jogja

Pada gempa dan banjir kupetik kelopak rahasia
Sebab bunga-bunga mekar yang tak pernah disyukuri
Hutan belantara yang terus digergaji tiada henti
Adalah puncak petaka dan kemanusiaan yang telah mati

Bencana datang silih berganti
Sebab langit dan bumi tak lagi menemukan mimpi
Pada manusia yang kehilangan marwah dan budi pekerti

Bencana menjelma watak bengis alam semesta
Saat manusia sudah melampaui batas kemanusiaannya
Menyeret-nyeret agama untuk cipratan ludah tipudaya
Menjual iman pada lapak kebencian di pasar loak dunia

Kucari hikmah sejati di rumah-rumah roboh
Pada lalat-lalat yang berdengung di tenda-tenda pengungsi

Tapi yang kutemukan adalah kerontang jiwa
Orang-orang yang kelaparan pada ruh dan jati dirinya

Berjalan di antara puing-puing hati nurani
Air mataku menjelma banjir bandang dan gemalau duka
Detak jantungku mewartakan gempa di kebisuan kata

Tuhanku
Kembalikan takbirku pada pembuka sembahyangku
Bukan takbir yang bercipratan di jalan raya
Bukan takbir penuh jumawa sembari menepuk dada

Sebab pada puncak Attahiyat bertabur cinta
Hanya ada salam dan keberkahan pada seisi dunia

20 Januari 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Hari yang Dijanjikan

0

Menangis adalah Hak

0

Problematika Terurai

0

Kilasanmu Ayah

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Menangis adalah Hak

Kilasanmu Ayah

Problematika Terurai

1,160FansLike
46FollowersFollow