Monday, October 25, 2021
spot_img
BerandaGagasan Ilmiah PopulerChildfree dan Hak atas Otoritas Tubuh Perempuan

Childfree dan Hak atas Otoritas Tubuh Perempuan

Awanis Akalili
Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

Suyanto.id–Beberapa waktu ini istilah childfree ramai digaduhkan oleh masyarakat dunia maya di portal-portal media sosial. Childfree dianggap sebagai upaya untuk menegasikan keyakinan religi karena menjadi seorang perempuan yang menolak untuk memiliki anak. Kondisi ini teramat menyakitkan bagi beberapa perempuan yang memperoleh stereotip negatif, sementara seharusnya mereka (perempuan) memiliki hak sepenuhnya atas otoritas tubuh yang ia miliki.

Childfree dimaknai sebagai keputusan individu maupun bersama pasangannya untuk tidak memiliki anak. Entah mengapa diksi tersebut akhir-akhir ini sangat populer, sementara sebenarnya jauh sebelum kericuhan childfree, ada banyak perempuan yang memutuskan untuk berbahagia berdua bersama pasangannya tanpa memiliki anak. Bahkan ada pula perempuan yang juga memilih tidak menikah dan bahagia bersama dirinya sendiri. Sayangnya konstruksi bahwa seorang perempuan harus hamil dan berakhir menjadi ibu menjadi wacana yang diyakini masyarakat. Mendefinisikan ibu, pun menjadi problem tersendiri. Memilih menjadi ibu atau tidak menjadi ibu, keduanya adalah keputusan yang problematik, baik secara personal maupun politis (Nandy, 2017).

Berkaitan dengan childfree dalam sebuah hubungan, tidak bisakah orang memandang pernikahan sebagai ruang menjalin relasi yang berbahagia, bukan semata-mata tujuan memiliki anak, anak harus dua, atau sibuk menanyakan kenapa harus adopsi, kenapa tidak memiliki anak, kenapa anak hanya satu? Tidak bisakah kita berasumsi bahwa siapa tahu ada faktor lain, trauma misalnya, yang membuat perempuan memutuskan untuk childfree? Ketahuilah bahwa perempuan berhak menentukan ke mana arah rahim tersebut bermuara. “It’s fine not to want children, there are so many alternatives these day and nobody should have to justify, explain or apologise for their absence” (Defago, 2005: 3)

Baca juga:   Apa Untungnya Mengusik Problematika Domestik Orang Lain?

Hendak hamil atau tidak, seorang perempuan memiliki hak sepenuhnya atas tubuh yang ia miliki. Ia yang akan menjalani proses kehamilan selama kurang lebih sembilan bulan, mengalami fase melahirkan, belum lagi apabila kondisi rahimnya mengalami kendala biologis, pendarahan misalnya. Tak lupa, beberapa perempuan mengalami gejala baby blues yang menyerang ranah psikologis perempuan pasca melahirkan

Perempuan bukan mesin reproduksi. Pengalaman biologis perempuan mayoritas menyakitkan. Dimulai dengan menstruasi misalnya, belum lagi proses kesakitan fisik dan mental selama proses hamil dan melahirkan. Tidak bisakah kami mengeluh sedikit atas kesakitan yang kami alami ? Pun, masihkah kami dituntut untuk menyenangkan people pleasure (kesenangan publik)? Berikan kami sedikit ruang untuk mencintai diri kami terutama tubuh kami.

Percayalah, tidak semua orang menikah bertujuan memiliki anak dan kita tidak berhak menghakimi keputusan orang lain terutama perempuan yang memilih untuk tidak menjalani proses kehamilan. Namun, kita juga perlu menghargai kenyataan bahwa beberapa perempuan dengan senang berelasi sehat bersama pasangannya, saling menghargai tubuh, memilih memiliki anak dan membahagiakan tubuhnya.

Memiliki anak atau tidak adalah keputusan masing-masing individu. Segalanya dapat didiskusikan dengan bijak tanpa adanya pihak yang merasa terdominasi dalam sebuah relasi. Rahim adalah kodrat, tetapi hamil adalah keputusan sepenuhnya oleh si empu tubuh yaitu perempuan. Pasangan yang baik akan memberikan ruang negosiasi bagi bersedia atau tidaknya seorang perempuan untuk memilih hamil atau tidak, maupun menghendaki kehamilan segera atau menunda. (*)

REFERENSI

Defago, Nicki. 2005. Childfree and Loving it. London: Fusion Press

Nandy, Amrita. 2017. Motherhood and Choice: uncommon mothers, childfree women. New Delhi: Zubaan

spot_img

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
59FollowersFollow