Saturday, April 24, 2021
BerandaGagasan Ilmiah PopulerCovid-19: Menjadikan Rumah sebagai Sekolah Utama

Covid-19: Menjadikan Rumah sebagai Sekolah Utama

Suyato, M.A.P.
Kepala LPMP Sumatra Selatan

Suyanto.id–Adanya Pandemi Covid-19 di Indonesia sejak hampir dua bulan terakhir ini, telah menghentak kesadaran kita tentang banyak hal yang selama ini telah berjalan secara mapan. Hampir seluruh sendi kehidupan nyaris lumpuh akibat terkena imbas dari Covid-19 ini, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, kesehatan, hingga ke pendidikan.

Dari segi pendidikan, semua proses pembelajaran di kelas yang selama ini kita kenal, hampir bisa dipastikan lumpuh karena adanya wabah virus ini. Proses belajar mengajar yang selama ini berlangsung secara konvensional di dalam kelas, tiba-tiba saja harus dihentikan demi melindungi kesehatan dan keselamatan para guru dan peserta didik dari wabah Covid-19.



Ketika proses belajar mengajar secara konvensional itu dihentikan, tiba-tiba saja kita jadi tergagap. Meskipun hanya sesaat, kita sempat kehilangan kesadaran dan kata-kata, menyikapi kondisi yang terjadi di luar dugaan ini. Adanya kebijakan pembatasan sosial (social distancing), bekerja dari rumah (work from home), dan belajar dari rumah (learn form home) turut pula menambah pusing kita yang sudah mapan dan terbiasa bekerja dan belajar secara konvensional.

Akan tetapi, ketika kebijakan pembatasan ini berjalan sekian hari, tiba-tiba saja kita menemukan efek aha erlebnis, yaitu suatu kondisi di mana tiba-tiba kita menemukan pencerahan di tengah kebuntuan berpikir. “Ahaaa…! Aku ada ideaa..!” Kata kita dalam hati. Sesuatu yang tidak pernah (mungkin) terlintas di dalam pikiran kita, tiba-tiba saja terlintas. Sesuatu yang dulu tidak mungkin kita lakukan, justru sekarang sangat mungkin untuk dilaksanakan.

Sebagai contoh, belajar dan bekerja secara daring (online) yang dulu begitu ditakuti dan sebagian di antara kita merasa phobi dengan metode lawas ini, tiba-tiba saja menjadi sangat familiar dan bersahabat dengan teknologi ini.

Implikasinya, para siswa nampak bersemangat dan tetap dapat belajar serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan kreativitas mereka yang begitu unik. Guru-guru begitu antusias melakukan konversi belajar via daring di rumah masing-masing. Rapat-rapat secara daring juga banyak digelar oleh berbagai instansi, demi mengejar pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Para pegawai tetap dapat membuat, mengirimkan, dan menerima hasil pekerjaan dari rumah secara cepat (di saat sebagian pegawai dulu merasa skeptis dengan rencana MenPAN RB yang akan menerapkan program bekerja dari rumah), serta para ibu rumah tangga tetap dapat berbelanja hanya dengan bermodalkan aplikasi belanja dari telepon pintar.

Baca juga:   Belajar Tuntas Berkualitas dalam Kondisi Terbatas

Bagi dunia pendidikan, kebijakan belajar dari rumah di masa pandemi Covid19 ini, sebenarnya menawarkan peluang bagi pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk kembali ke khittah pendidikan, yaitu kembali ke gagasan pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa rumah atau orang tua itu adalah guru pertama dan utama bagi anak. Oleh karena itu, sekolah seharusnya hanya berperan sebagai mitra, bukan sebagai pengganti orang tua dalam mendidik anak.

Baca juga:   Terapi Covid-19 dengan Plasma

Untuk itu, pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah, seyogyanya menempatkan penghormatan pada anak sebagai manusia dan bukan sebagai mesin penghafal semata, di mana keberhasilan mereka acapkali dinilai dari selembar ijazah, piala, atau angka-angka di dalam buku rapor mereka. Sedangkan pendidikan yang “diselenggarakan” oleh  orang tua adalah dengan menjadikan rumah dan keluarga sebagai support system dalam mengembangkan potensi belajar bagi anak-anak mereka.

Sekiranya gagasan Bapak Pendidikan Nasional ini mampu kita laksanakan, maka seyogyanya pada masa social distancing seperti sekarang ini, proses belajar anak tidak akan menimbulkan permasalahan. Mengapa? Karena sesungguhnya anak itu mampu belajar mandiri, karena setiap orang itu adalah guru dan alam raya adalah sekolah, dan Covid-19 sendiri telah berhasil membuat kita stay at home dan membawa kita untuk “kembali” ke rumah dan keluarga. (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

PP 57/2021

Fajar Pertama Bulan Ramadan

Elegi Lembah Pujian

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
52FollowersFollow