Wednesday, January 20, 2021
Beranda Gagasan Ilmiah Populer Covid-19: Pesantren Agung Masyarakat Dunia

Covid-19: Pesantren Agung Masyarakat Dunia

Suyato, M.A.P.
Kepala LPMP Sumatra Selatan

Suyanto.id–Siapa yang mengira kalau tahun 2020 ini, dunia akan didera pandemi Covid-19 yang begitu banyak memakan korban? Siapa pula yang mengira kalau kehidupan sosial, ekonomi, budaya, keamanan, kesehatan, pertanian, dan pendidikan di seluruh dunia, mengalami pertumbuhan negatif dan telah mengubah 180 derajat wajah dunia? Siapa yang mengira kalau kesibukan dunia yang penuh hiruk-pikuk ini, ternyata dapat terhenti dan meninggalkan jejak-jejak hening di seluruh pelosok negeri? Siapa juga yang mengira kalau Ramadhan tahun ini yang biasanya semarak seperti tahun-tahun sebelumnya, justru kita lalui dalam suasana keprihatinan yang begitu mendalam?

Jawabnya, tentu tidak ada yang mengira. Jangankan mengira-ngira, terlintas di pikiran pun tidak. Mengapa? Karena di alam pikiran kita sudah dipenuhi dengan nalar dan logika berpikir yang menafikkan kemungkinan-kemungkinan terburuk seperti itu. Apalagi kita menyaksikan fakta-fakta empiris yang memperlihatkan bahwa dunia ini memang relatif aman, ekonomi tumbuh dengan pesat, kesehatan relatif terjaga, kehidupan sosial berjalan normal, pendidikan kian berkembang, ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh melesat, dan fakta-fakta lainnya yang sedikit banyak telah menurunkan tingkat kesadaran dan kewaspadaan kita selaku masyarakat dunia.

Sebagai mahluk rasional, harus diakui bahwa kita telah gagal memprediksi wabah ini dan dampak yang ditimbulkannyal. Rasionalitas yang selama ini begitu diagung-agungkan oleh manusia, runtuh seketika oleh mahluk Tuhan yang berukuran antara 120 hingga 160 nanometer ini. Rasionalitas juga yang membuat banyak pihak merasa gagap dan gamang untuk bertindak secara cepat dan tepat dalam melindungi kepentingan masyarakat.

Lalu, masihkan kecerdasan rasionalitas itu diagungkan ketika rasionalitas tidak mampu menjawab keresahan masyakat? Masihkah negara-negara superpower membanggakan senjata nuklir sebagai hasil dari kecerdasan rasionalitas, ketika senjata nuklir itu tidak berdaya “membunuh” virus kecil yang bernama Corona?

Rasionalitas sejatinya harus didampingi dengan kecerdasan lain yang terbukti ampuh menjadi penawar kegelisahan hati. Kecerdasan ini adalah rumah besar dari kecerdasan-kecerdasan lain yang dimiliki manusia. Kecerdasan ini adalah “pesantren agung” yang sejatinya dimiliki oleh setiap manusia yang beriman dan berketuhanan.

Baca juga:   Probiotik untuk Peningkatan Daya Tahan Tubuh

Lalu kecerdasan yang seperti apakah itu? Itulah kecerdasan yang terpinggirkan dari sebagian besar masyarakat kita, yakni kecerdasan spiritul. Kecerdasan ini tercipta karena adanya pemaknaan terhadap nilai-nilai ke-Tuhanan dan nilai-nilai ke-Tuhanan tersebut bisa terbangun tidak hanya dengan pemaknaan hubungan vertikal dengan Tuhan semata, tetapi juga dengan adanya pemaknaan terhadap nilai-nilai hubungan horizontal terhadap sesama.

Berbahagialah bagi orang-orang yang memiliki kecerdasan ini. Karena kecerdasan ini yang akan mengawal dan membawa setiap insan untuk selalu bertawakal dan berserah diri hanya kepada Allah SWT dalam setiap situasi dan urusan.

Menurut Imam Ibnu Rajab, hakikat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akhirat.

Untuk itu, Allah SWT berfirman dalam Surat At Thalaq ayat 2 dan 4 yang berbunyi:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya”. [Ath-Thalaq/65: 2]

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. [Ath-Thalaq/65: 4].

Jadi, akankan urusan dunia ini kita kembalikan kepada pemilik dunia Allah SWT? Ya, berusaha untuk memperoleh sesuatu yang baik sebagai bagian dari ikhtiar kita kepada Allah SWT dan bertawakal serta berserah diri kepada Allah SWT tentang kebermanfaatan dan keberhasilan usaha itu, wajib hukumnya untuk dilaksanakan.

Baca juga:   Doktor Angkatan Corona dari Negeri Belanda

Setiap manusia wajib untuk terus berusaha dan berserah diri kepada Allah SWT, karena dengan berusaha dan berserah diri itu akan membuat kita terhindar dari kesia-siaan dan kesombongan yang menjadi perilaku yang nampak dalam keseharian. Bukankah Allah SWT telah menjamin untuk memberikan jalan keluar dan kemudahan dalam segala urusan bagi orang-orang berusaha dan bertawakal?

Semoga kecerdasan spiritualitas ini dapat kembali menjadi perhatian kita sebagai anak-anak bangsa. Kecerdasan ini harus terus kita tingkatkan serta memperoleh porsi terbesar dalam hidup kita untuk terus diamalkan melalui sifat keberagamaan yang religius dan berketuhanan. Wallahualam. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Mamuju

Tresna Tanpa Syarat

Tepuk Dada

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,145FansLike
46FollowersFollow