Friday, September 17, 2021
spot_img

Doa Pageblug

Oleh Gus Nas Jogja

Tuhanku
Hari ini kami tengadah menadah seluruh jiwa
Memohon padaMu meredakan amarah bumi yang telah lama kami zalimi
Amarah Alam Semesta yang telah bertahun-tahun kami siksa
Dengan hati merunduk merindu welas asihMu

Hamba yang berlumur lalai dan lupa bersyukur ini
Sepantasnya diuji dengan cinta
Agar nalar mekar mewangi
Agar iman tertanam indah di taman hati

Semua nestapa ini buah dari kerakusan kami
Kemaruk pada bumi
Serakah segala-galanya mengeruk alam raya
Kami habiskan pohon-pohon untuk digergaji
Kami habisi sawah-ladang dengan racun pestisida
Betapa lengkap kepongahan kami

Tuhanku
Pageblug ini menyantap jutaan nyawa
Bahkan nyawa orang-orang terdekat yang kami cintai
Belahan jiwa kami dijemput pergi oleh Pandemi

Doa-doa yang kami panjatkan
Munajat langit yang kami jeritkan
Menyatu dengan raung sirine di jalanan
Ambulans yang lalu-lalang mewartakan kematian

Tuhanku
Oksigen melimpah yang telah lama Engkau sediakan
Lewat pohon-pohon yang ditanam sebelum kami dilahirkan
Hanya tinggal satu dua yang tersisa
Selebihnya dibabat habis si angkara murka

Kini kami kalang-kabut mencarinya
Oksigen dalam tabung besi yang kian mahal harganya
Sementara nafas kian tersengal menghirup jelaga

Tuhanku
Engkaulah Sang Maha Vaksin itu
Kuatkan iman kami agar imun di raga terjaga
Iman yang akan menjadikan aman dalam hidup dan mati kami
Iman yang mengamini doa-doa sederhana ini

Pageblug ini menyayat hati
Kuatkan kesabaran kami dari kecengengan ini
Sesudah sekian lama takabur dan kufur pada nikmat rahmatMu
Jangan biarkan jiwa dan raga kami hancur
Oleh comberan dan residu yang selalu terhidang di piring kami
Dan kami santap dengan lahap setiap hari

Dengan mengamini doa-doa Maulana Rumi
Munajat pujangga yang begitu arif menemukan jiwa sejati
Kami tawakkalkan hidup dan mati kami
Dengan ikhtiar Al Jabbar dan Ibnu Sina
Mencari sumber penyakit lalu menyembuhkannya

Dengan menziarahi Abunawas
Kami terus mencari cara untuk mengusir Corona
Sebab sebagai sesama makhlukMu
Corona bukan Yang Maha Kuasa

Hanya kepadaMu kami berdoa
Meminta untuk membinasakan Corona
Hanya dengan Makrifat Alif saja

Tuhanku
Rahmati kami pencerahaan jiwa ini
Sebagaimana Sunan Kalijaga mengucap tembang
Kidung Rumekso Ing Wengi
Atau Mantra Ajisaka
dalam syair Hanacaraka

Tuhanku
Kami telah takabur tak henti-henti
Jumawa tiada terkira
Menjadikan harta dan tahta sebagai berhala
Menjadikan orang-orang miskin sebagai alas kaki

Tuhanku
Segala puji dan puja kami hanya padaMu
Hilangkanlah dosa karatan di hidup kami
Bersihkan sampah kata dan akal busuk di diri kami
Sisakan nikmat taubat di ujung maut kami
MenghadapMu dengan cinta abadi
Dengan senyum berseri

15 Juli 2021

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Pak Senam yang Saya Kenal

0

Growth Mindset dalam Pembelajaran Daring

0

Wanita Kebaya

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Growth Mindset dalam Pembelajaran Daring

Wanita Kebaya

Pak Senam yang Saya Kenal

1,166FansLike
57FollowersFollow