Friday, August 7, 2020
Beranda Kesehatan Dr. Isak J. H. Tukayo, dari RSE Angguruk ke Poltekkes Jayapura

Dr. Isak J. H. Tukayo, dari RSE Angguruk ke Poltekkes Jayapura

Edison Kabak, S.Kep., Ners, M.Kep.
Staf Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura Program Pendidikan D-III Keperawatan Wamena

Suyanto.id–Dr. Isak J. H. Tukayo, S.Kp., M.Sc. lahir, besar, dan tinggal di pinggir Danau Sentani, persisnya di Kampung Yoka Pantai, Kota Madya Jayapura. Ketika kecil, sang ayah meninggal dunia. Lalu, dirinya dibesarkan dan disekolahkan oleh mamanya dan Om Mesakh Mebri (Ondoafi).

Isak kecil bersekolah di SD YPK Yoka Jayapura dan lulus tahun 1975. Kemudian, melanjutkan pendidikan ke SMP YPPK St. Paulus Abepura, Jayapura hingga lulus 1979. Setelah lulus dari SMA Muhammadiyah Yapis Abepura tahun 1982, Isak menempuh pendidikan tingginya di program D3 Keperawatan FISIP Uncen Jayapura hingga 1987. Tidak berhenti sampai di situ, dirinya kemudian menyelesaikan studi S1 Keperawatan FIK UI Jakarta 1997, S2 Keperawatan LJMU Liverpool tahun 2000, dan S3 Kedokteran PS-FK UNHAS Makassar tahun 2016.

Karier profesional Dr. Isak dimulai sejak tahun 1988 ketika dirinya bekerja di Kanwil Kesehatan Provinsi Irian Jaya–sekarang Provinsi Papua–dan ditugaskan di Rumah Sakit Effatha Angguruk (RSEA). Di rumah sakit ini, Dr. Isak menangani berbagai tugas, di antaranya (1) Penanggung Jawab Unit Laboratorium & Ruang Rontgen tahun 1982–1984, (2) Kepala Keperawatan tahun 1988–1992, (3) Koordinator PKMD RS Effata tahun 1988–1997, dan (4) Pengelola Pendidikan Dikswa 1988–1997. Selanjutnya Dr. Isak pindah ke Akademi Kesehatan Terpadu yang saat ini dikenal dengan nama Poltekkes Kemenkes Jayapura.

Dulu kami tinggal bersama di rumah dokter RS Effatha Angguruk. Terlihat pada gambar Dr. Isak J.H. Tukayo, S.Kp., M.Sc. menggendong B. Lieske Anggruni Tukayo, S.Farm., Apt., M.Clin.Pharm. dan Edison Kabak, S.Kep, Ners, M.Kep. Sekarang kami satu Instansi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura.

Koordinator Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa

Periode 1988-1997 Dr. Isak menjadi Koordinator Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) Rumah Sakit Effatha Angguruk. Wilayah kerja Dr. Isak waktu itu meliputi Balai Pengobatan Kebianggen, Balai Pengobatan Pronggoli, Balai Pengobatan Panggema, Balai Pengobatan Kosarek, Balai Pengobatan Welarek, Balai Pengobatan Mimbaham, Balai Pengobatan Walma, Balai Pengobatan Apahapsili, Balai Pengobatan Pagai, Balai Pengobatan Gilika, dan lain-lain.

PKMD bertujuan melakukan pelayanan kesehatan di luar gedung. Pelayanan kesehatan yang dilakukan meliputi pengobatan, imunisasi, penimbangan balita, pemberian gizi tambahan, memonitor tumbuh kembang anak, hingga penyuluhan tentang kesehatan. Setidaknya ada 25 kampung yang menjadi jangkauan program tersebut.

Dalam melaksanakan pekerjaan, Dr. Isak bersama timnya memberi pelayanan dari kampung ke kampung dengan cara berjalan kaki, kadang harus naik-turun gunung, melewati lembah, hutan, serta sungai yang deras airnya. Tidak jarang tim harus bermalam di honai-honai dengan masyarakat setempat, makan makanan lokal masyarakat setempat, seperti betatas (suburu), talas (hom), dan pisang (hali).

Saya sendiri pernah ikut dan menjadi saksi mata pelayanan ini. Ketika itu, saya masih bersekolah di SD YPK Angguruk dan sedang liburan.

Menjadi guru tenaga kader kesehatan dan tenaga perawat

Angguruk menjadi pusat pendidikan tenaga kesehatan dan Dr. Isak gurunya. Setelah mengikuti kursus, para kader kesehatan langsung turun praktik ke Rumah Sakit Effatha Angguruk. Harapannya, para kader kesehatan akan kembali ke kampungnya untuk menjadi tenaga kader kesehatan setempat. Adapun rekrutmen tenaga kader kesehatan tersebut berdasarkan rekomendasi dari gereja masing-masing.

Baca juga:   Probiotik untuk Peningkatan Daya Tahan Tubuh

Tenaga  kader kesehatan yang direkrut berasal dari kampung yang dikunjungi. Pertama, dari daerah Yali, yaitu Erika, Tulpa, Tenggeli, Pasikni, Wabuky, Elintam, Homboki, Muhumo, Solinggul, Walma, Tinggilmu, Walley, Sanggalbunu, kebianggen, Helariki, Tanggeam, Panggema, Pronggoli, Sali, Panal, Membaham, Welarek, dan Apahapsili. Kedua, dari daerah Mek, terdiri atas Pindok, Piniyi, Membaham, Punum-Pimuhun, Sergasi Kosarek, Gilika, Bomela, Suntamon, Nalca, dan Kona. Ketiga, dari daerah Membramo Pagai dan Dabra.

Saya sendiri masih ingat nama-nama tenaga kader kesehatan yang pernah latihan di Rumah Sakit Effatha Angguruk. Para kader kesehatan tersebut di antaranya Kaleb Asso di Pronggoli, Orgenis Kabak di Pronggli, Isai Silak di Angguruk, Isamel Silak di Tulpa, Yeri Pahabol di Waley, Yakobus Iksomon di Walma, Frans Kabak di Pasikni, Mama Lea Munggaruak di Panggema, Hermanus Pahabol di Pronggoli, serta Dabra Pak Rum di Daerah Mambramo (sekarang masuk ke Mambramo Raya).

Pengelola pendidikan Dikswa

Pendidikan Dikswa ini merupakan program Kakanwil Kesehatan Provinsi Irian Jaya. Program ini menyasar warga lulusan SD, SMP, dan SMA untuk dididik menjadi kader kesehatan di pelayanan Puskesmas atau rumah sakit. Mereka yang mengikuti program ini kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ijazah Dikswa saat itu setingkat dengan ijazah Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Selain bisa mengantarkan pemiliknya menjadi PNS, ijazah ini juga bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke D3 Keperawatan

Baca juga:   Masyarakat Panggil Perawat Pak Mantri

Pendidikan Dikswa Rumah Sakit Effatha Angguruk bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Jayawijaya. Siswa-siswa ikut pendidikan Dikswa pada saat itu adalah Suster Orpa Yohame, S.K.M., M.Hum., Mantri Herman, A.Md.Kep., Mantri Lukas Ulunggi, Mantri Zakeus Kabak, Mantri Amos Hubusa, Mantri Timotius Walianggen, Mantri Korinus Pahabol, Mantri Paulus Kabak, Mantri Jahya Keangalem, Suster Ester Kabak, Suster Lea Wakerwa, Mantri Mika Kabak, Ibu Siana Dondi Tukayo, S.K.M., S.S.T., M.Kes. (sekarang Ketua Program D4 Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura), Mantri Hengky Yual, dan lain-lain.

Menjadi dosen Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura

Tahun 1997 Dr. Isak menjadi dosen pada Akademi Kesehatan Terpadu (sekarang Poltekkes Kemenkes Jayapura), sebagai dosen tetap. Jabatan strategis yang telah diembannya mulai Ketua Jurusan, Wakil Direktur Bidang Akademik, Wakil Direktur Bidang Kepegawaian dan Keuangan, Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura selama dua periode (2010–Desember 2018), serta Ketua Komite Etik Penelitian Kesehatan (2019–sekarang).

Selain itu, Dr. Isak merupakan pendiri sekaligus Ketua Program Pendidikan Ners (sekarang PSIK-FK) Uncen dan anggota senat Uncen tahun 2008 sampai 2010. Saat ini Dr. Isak menjadi dosen tetap dengan pangkat Lektor Kepala.

Pelayanan kesehatan di pedalaman Yali-Mek seperti yang dilakukan Dr. Isak sungguh luar biasa. Antara gaji yang mereka terima tidak seimbang dengan beratnya beban pekerjaan ketika itu. Hal ini perlu ditiru perawat atau tenaga kesehatan sekarang. Pengalaman pelayanan Dr. Isak dan kawan-kawan itu guru yang baik atau pengalaman yang berharga untuk tenaga perawat zaman sekarang ini. (*)

SebelumnyaTresna Kalibiru
BerikutnyaIdul Adha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,023FansLike
37FollowersFollow