Thursday, January 27, 2022
spot_img
BerandaPendidikanGebrakan Kepala Sekolah Kunci Sukses PPDB

Gebrakan Kepala Sekolah Kunci Sukses PPDB

Abdulah Mukti, M.Pd.
Staf Khusus PP Muhammadiyah dan Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Suyanto.id–Dalam satu minggu ini, banyak pesan WhatsApp yang disampaikan kepada kami perihal keluhan kepala sekolah, guru, dan pemerhati pendidikan terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020. Ada yang memberikan informasi perolehan siswa yang stabil bahkan overload, tidak sedikit yang mengeluhkan jumlah siswanya turun tajam seiring Covid-19 yang belum juga reda.

Acap kali problematika yang mendera sekolah, terutama soal PPDB, dilihat dari sisi eksternal, jarang dianalisis secara komprehensif dengan mencoba refleksi kritis dari internal sekolah. Refleksi diri secara kritis ini bukan bermakna meniadakan persoalan kebijakan yang sering dan selalu tidak menguntungkan sekolah swasta.

Selama persoalan pendidikan masih dinegasikan “negeri” dan “swasta”, kebijakan yang muncul sangat jarang aspiratif dan mampu merealisasikan prinsip education for all. Tulisan ini mengajak para kepala sekolah untuk tidak larut dengan kebijakan yang ada. Walaupun dari pantauan penulis, beberapa sekolah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta justru mendapatkan lonjakan pendaftar karena kebijakan umur. Sekolahnya menjadi pilihan karena tidak ada batasan usia dan zonasi. Carut-marut kebijakan mengenai PPDB ini, coba penulis kedepankan dari sisi internal sekolah.




PPDB Sepanjang Waktu

Bagi sekolah swasta, “nyawa” utama sekolah adalah siswa, di mana siswa diperoleh dengan gigih dan “berdarah-darah”. Realita yang berkembang di kalangan masyarakat, sekolah negeri adalah prioritas. Oleh karena itu, mindset yang harus dibangun terlebih dahulu bukanlah rangkaian PPDB di waktu-waktu tertentu, melainkan proses sepanjang waktu. Penyiapan waktu enam bulan sebelumnya atau bahkan delapan bulan sebelumnya tidak akan pernah cukup dan memadai.

Mengapa sepanjang waktu? PPDB sudah semestinya embedded dengan layanan yang diberikan oleh sekolah. Jika saja sekolah mampu menghadirkan services excellent, tidak perlu lagi memasang baliho besar-besaran. Juru iklan yang paling ampuh adalah “pengguna jasa” yang merasakan langsung layanan prima sekolah.

Kendati demikian, bukan berarti PPDB tidak diiringi promosi yang masif dan totally. Prinsip PPDB sepanjang waktu diiringi dengan ikhtiar tiada henti memberikan pelayanan prima dengan serangkaian prestasi dan mutu sekolah serta promosi berbasis media sosial dan teknologi dengan balutan program inovatif-kreatif.

Kepala Sekolah Kunci Utama

Inovasi sekolah tidak terlepas dari peranan kepala sekolah (Meanwhile Beare et al., 1989; Leithwood et al., 2006; Franklin, 2007; Heck & Hellinger, 2009; Sammons, 2011). Peran kepala sekolah sangat penting pengaruhnya pada kehidupan dan strategi sekolah melakukan perubahan (Anderson et al., 2018; Hillmann et al., 2017). Beberapa keterampilan yang dibutuhkan oleh kepala sekolah masa depan mengantisipasi perubahan, menangkap peluang, pemecahan masalah secara kreatif, kemampuan bertahan dalam menyikapi berbagai perubahan yang terjadi (Gebaur, 2013; Hillman et al., 2018; Qingling Zhang et al., 2018; Joao Almeida et. al., 2019).

Konteks pemimpin mengandung makna kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Temuan Maria Granvik Saminathen, Sara Brolin Låftman, Ylva B. Almquist, & Bitte Modin (2018) menunjukkan bahwa indikator kepemimpinan sekolah, kerja sama staf, dan etos sekolah secara positif terkait dengan prestasi sekolah. Kepala sekolah inovatif sangat erat kaitannya dengan sosok pemimpin yang visioner yang mampu membaca tanda-tanda zaman dan mengkreasikan visi futuristik tersebut dalam perubahan yang dilakukannya dan memastikan kebermafataan dari gebrakan visioner yang dilakukan.

Baca juga:   Hardiknas: Peluang Penerapan Penjaminan Mutu Sekolah di Masa Covid-19

Kaitannya dengan PPDB, kepala sekolah memainkan peranan terpenting mendapatkan mandat kepercayaan masyarakat akan sekolah yang dipimpinnya. Model, gaya, pendekatan, serta kemampuan kepemimpinannya akan diuji betul dalam PPDB. Banyak pimpinan sekolah, ketika diberikan amanah menjadi pimpinan, sekalipun modal sekolahnya sudah besar, tidak mampu mepertahankan kesuksesan kepemimpinan sebelumnya. Nakhoda sekolahnya bisa oleng bahkan perolehan siswanya akan mengalami penurunan.

PPDB menguji adrenalin kepemimpinan sang kepala sekolah, bak panglima perang mengatur strategi yang jitu, cantik, dan mampu memenangkan laga PPDB yang sangat menguras energi. Model kolegialitas sinergisitas yang mampu merangkul berbagai stakeholders sekolah sangat menentukan keberhasilan dalam PPDB. Jika kemampuan mengorgansasi berbagai elemen tidak diupayakan, bisa berakibat fatal bahkan mengalami penurunan drastis dalam perolehan siswa.

Mengoptimalkan Pengguna Jasa Sekolah

Kepemimpinan akan lebih efektif jika sekolah mampu melakukan pemetaan dan pengotimalan pengguna jasa sekolah sekaligus melibatkannya dalam program sukses PPDB. Acapkali sekolah abai mengenai data mengenai alumni. Peran alumni tersebut mampu menggerakkan lingkungan keluarga dan masyarakat dengan prasyarat kepuasan akan pelayanan yang sudah mereka terima selama ini. Mereka menjadi “gethuk tular” mewartakan sekolah kita secara masif dan menjadi salah satu strategi marketing mendapatkan kesuksesan dalam PPDB.

Optimalisasi pengguna jasa sekolah jika diupayakan dengan maksimal selain menjadi big data untuk outcomes yang sangat penting untuk kemajuan sekolah juga untuk mengukur efektivitas capaian program sekolah yang telah diupayakan selama ini. Bahkan sejatinya, apabila data dan informasi sedari mula siswa masuk ke sekolah mampu dipetakan, akan sangat menopang berbagai langkah dan kebijakan sekolah.

Sekolah Memiliki Keunggulan

Masyarakat akan sangat mudah “jatuh hati” dengan sekolah yang mampu meyakinkan orang tua dan masyarakat terkait keunggulan sekolah. Keunggulan tidak sebatas akademik saja. Sekolah harus mampu membuat brand dan diferensiasi dengan sekolah lainnya. Jika pemimpin sekolah bersama civitas academica mampu menyuguhkan keunggulan sekolah, masyarakat, dan orang tua akan dengan mudah memberikan kepercayaan, apalagi jika informasi mengenai sekolah terbuka untuk bisa diakses secara informatif dan komunikatif.

Akhirnya, kesuksesan PPDB sekolah sangat ditentukan bagaimana upaya keras dan gigih kepala sekolah bersama tim membaca, menangkap peluang, sekaligus mengoptimalkan peran kepemimpinannya agar kreatif dan inovatif dalam penerimaan peserta didik baru. (*)

spot_img

3 KOMENTAR

  1. Sangat setuju karena kami pernah melakukan embedded dengan service exelent untuk membesarkan SD Muhammadiyah Karangharjo, dengan
    didukung sosok pimpinan yang merupakan seorang ustadz. Pimpinan yang juga seorang ustadz itu adalah sosok yang ramah dan sabar terhadap wali murid, murid, guru dan karyawan, maupun masyarakat. Sekolah yang hampir mati pun berkembang menjadi sekolah dengan rombel paralel.

  2. Sangat setuju. PPDB itu embedded dengan service exelent. Itulah yang kami terapkan di SD Muhammadiyah Karangharjo periode kepemimpinan kepala sekolah Bp Muh Ekhsan. Saat itu, kami berikan layanan maksimal pada murid dan wali. Kelas satu kita layani layaknya anak kita sendiri. Kelas 6 kita layani agar memperoleh nilai terbaiknya. Pendampingan belajar s dilakukan setelah pulang sekolah, dilakukan sejak awal tahun ajaran, karena butuh dua bulan untuk mematang konsep hitung kali bagi tambah kurang. Setelah itu mematangkan materi per indikator UN. Sedang materi kelas 6 ditarget November selesai. Sehingga semester genap tinggal drill soal.
    Dari metode pendampingan seperti itu, para orang tua siswa puas, siswa juga senang. Sehingga adik dan tetangga disekolahkan di Karangharjo.
    Ikhtiar yang tak kalah penting adalah iktiar kepala sekolah yang kebetulan juga seorang ustadz, beliau jadi ustadz yang biasa mengisi pengajian di wilayah sekitar SD Muhammadiyah Karangharjo.
    Alhamdulillah, dari tahun ke tahun murid kami bertambah. Ketika saya jadi guru pertama muridnya 53. Saat pergantian KS tahun 2017 muridnya 316.
    Ini bukti nyata service exelent memang iklan abadi

  3. Sangat setuju
    Tulisan ini memotivasi, menginspirasi utk para pengelola satuan pendidikan yg sungguh2 ingin mewujudkan perubahan, keluar dari zona nyaman dan mendapatkan kepercayaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Membuat Biofuel dari Minyak Sawit

0

Doa Terlangit

0

Kilas Balik

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Kurikulum Adaptif di Masa Pandemi

Lanskap Ibukota

Pengantar Kepemimpinan

Pendidikan di Maluku pada Masa Pandemi

1,166FansLike
60FollowersFollow