Wednesday, January 20, 2021
Beranda Pendidikan Guru, Ujung Tombak Suksesnya Pembelajaran di Masa Pandemi

Guru, Ujung Tombak Suksesnya Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh Elvara Norma Aroyandini, S.Pd.
Mahasiswa Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Suyanto.id–Akibat adanya pandemi Covid-19, proses belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring melalui berbagai learning management system (LMS) seperti Edmodo, Moodle, dan Google Classroom, video conference, serta aplikasi chatting, seperti WhatsApp. Beralihnya pembelajaran dari luring ke daring tersebut tentu memunculkan berbagai permasalahan baru. Secara umum, yang terjadi guru mengalami kesulitan menyampaikan materi secara elektronik, siswa malas belajar karena seringkali hanya diberi tugas, koneksi internet tidak stabil di berbagai daerah terpencil, dan sebagainya. Berbagai keterbatasan itu pada akhirnya menjadikan guru sebagai satu-satunya ujung tombak suksesnya pembelajaran di masa yang serba sulit ini.

Guru sebagai pengelola atau manager dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya mengubah segala keterbatasan yang ada menjadi suatu kekuatan yang menjadikan siswa tetap mampu memperoleh ilmu pengetahuan sebagaimana mestinya. Guru dapat mengelola pembelajaran dengan sedemikian rupa, sehingga segala kendala dalam pembelajaran daring dapat ditekan dan digantikan dengan pembelajaran alternatif yang paling memungkinkan. Untuk menyukseskan tujuan tersebut, guru diharapkan bisa kreatif menghadapi kondisi dan keterbatasan yang ada serta mampu membaca segala potensi dan peluang di masing-masing daerah, yang tentu akan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Jika guru berada di daerah yang terkendala dengan sinyal sehingga tidak bisa melakukan kelas secara virtual, maka guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan cara memanfaatkan alam sebagai sumber balajar. Tentu saja, guru tetap memberikan arahan dan bimbingan tentang bagaimana siswa harus menemukan pengetahuannya, misalnya dengan bantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan sendiri oleh guru.

Sermentara itu, jika kegiatan pembelajaran terjadi di daerah perkotaan dengan kondisi sinyal stabil, di mana sering ditemui siswa yang justru malas belajar dan lebih tertarik dengan game dan media sosial, guru dapat menggunakan strategi pembelajaran aktif. Dengan strategi ini, keaktifan siswa menjadi komponen penting dalam penilaian. Penggunaan strategi ini, diharapkan akan menjadikan siswa lebih bersemangat untuk menguasai materi yang diberikan guru serta diharapkan berlomba-lomba untuk aktif di dalam kelas. Guru dapat memfasiltasi semangat siswa, misalnya, dengan cara memberikan kuis-kuis di sela-selam pembelajaran virtual dengan video conference.

Adanya berbagai keadaan tersebut mengharuskan guru untuk terus beradaptasi. Guru harus selalu mengupgrade berbagai keterampilan yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya, demi mampu menyajikan pembelajaran yang tidak hanya efektif bagi siswa untuk menemukan pengetahuan, tetapi juga membuat siswa senang dalam belajar. Tentu saja hal ini menjadi tugas berat guru. Untuk itu, guru perlu melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajarannya.

Baca juga:   Catatan Seorang Guru

Hingga peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2020 ini, guru setidaknya telah menunjukkan kerja kerasnya selama hampir satu semester dalam upaya memberikan pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19. Guru menunjukkan semangatnya untuk mempelajari berbagai LMS yang digunakan dalam pembelajaran daring, guru mengupayakan agar dapat tetap memberikan materi kepada siswa dengan membuat bahan ajar dalam bentuk elektronik sehingga dapat dikirimkan kepada siswa, guru menghadirkan virtual laboratory sebagai pengganti laboratorium di sekolah, guru terus memantau dan memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar, dan berbagai peran lainnya. Bahkan, di berbagai daerah zona hijau, guru rela untuk mendatangi siswa-siswanya dari rumah ke rumah untuk membimbing siswa dalam belajar.

Dengan semangat Hari Guru Nasional yang bertemakan “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar” ini, guru diharapkan terus berupaya agar dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar meskipun dengan banyak keterbatasan. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, siswa justru dapat memulai belajar secara merdeka. Agar semangat ini terus terjaga, diharapkan guru tidak sekadar memberikan tugas kepada siswa, tetapi dapat membimbing mereka, sekaligus menjadi fasilitator dan motivator, dalam melakukan berbagai kegiatan belajar dengan segala sumber daya yang dimiliki di sekitar tempat tinggalnya.

Baca juga:   Ibuku, Guruku

Selamat Haru Guru Nasional bagi guru Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Semoga ujian pandemi ini semakin menguatkan pundak guru dalam usaha mendidik dan menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. Semoga dengan segala keterbatasan yang ada, justru menjadikan siswa semakin mandiri dan merdeka dalam belajar. Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar. (*)

2 KOMENTAR

  1. Di pedesaan dimana jaringan internet tidak tersedia atau ada murid SD yang tidak mampu membeli HP, guru mengunjungi murid di rumah, 2 sampai 5 murid dibimbing karena ada larangan murid ke sekolah. Yang begini ini contoh ujung tombak, terlebih banyak ortu di pelosok yang tidak mampu membimbing karena asing dengan hal yang harus dipelajari anak-anaknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Mamuju

Tresna Tanpa Syarat

Tepuk Dada

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,145FansLike
46FollowersFollow