Saturday, December 5, 2020
Beranda Pendidikan Hadapi Pandemi dan Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Berkarakter, Kreatif, dan Inovatif

Hadapi Pandemi dan Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Berkarakter, Kreatif, dan Inovatif

Suyanto.id–Secara formal, dunia sedang berada di era Revolusi Industri 4.0. Karakteristiknya, ada connectivity, smart technologies, cloud computing, big data, serta networked machines and processes. Jika ini terjadi, pendidikan karakter dengan daring lebih mudah secara teknologi.

Hal tersebut disampaikan Prof. Suyanto, Ph.D. pada seminar daring “Penguatan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi” yang diselenggarakan oleh Ditjen GTK Kemdikbud RI, Kamis (16/7).

Guru Besar FE Universitas Negeri Yogyakarta itu mengemukakan, untuk menghadapi hal itu, guru harus siap berubah. Orang yang berjaya saat ini bukan orang yang hebat atau kuat ototnya saja, tetapi yang harus bisa menyesuaikan dengan perubahan yang ada. Di dunia ini tidak ada yang pasti, yang pasti perubahan itu sendiri.



Internet merupakan tulang punggung untuk belajar sepanjang hayat. Hal ini menghilangkan praktik-praktik lama, di mana telepon mulai berkurang, faksimile sudah digantikan e-mail, serta brosur digantikan website. Dengan kemampuan mengadopsi teknologi, para guru tidak boleh mandek karena tidak memahami sesuatu. Guru bisa mencari informasi di internet.

Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan Gibson (1977), bahwa kita harus membuang masa lampau. Sebab, masa depan bukan kelanjutan dari masa lampau dan prediksi-prediksi tentang masa depan tidak bisa didasarkan atas resep sukses pada masa lampau. Perubahan menjadi keharusan.

Terkait perubahan ini, Dirjen Mandikdasmen periode 2005-2013 itu mencontohkan, top skill tahun 2015 adalah complex problem solving, coordinating with others, dan people management. Pada tahun 2020, complex problem solving masih berada di nomor satu, tetapi nomor dua dan tiga ditempati critical thinking dan creativity. Sementara itu, tahun 2022, yang menempati posisi tertinggi diperkirakan analytical thinking and innovation, active learning and learning strategies, serta creativity, originality, and initiatives. Terlihat di sini, aspek inovasi menempati posisi strategis.

Baca juga:   Guru Harus Berani Menulis

Lebih lanjut menurut Suyanto, pada saat ini guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan. Anak-anak dari rumah bisa mengakses banyak hal. Pada tahun 2035 diprediksi fungsi sekolah akan berbeda sama sekali. Ruang kelas tidak lagi akan berbentuk seperti sekarang. Ruang kelas akan menjadi virtual berbasis teknologi digital.

Kendati demikian, kenyataannya tidak semua bisa kita akses, ada sekolah yang tidak ada jaringan. Ketika ada jaringan, siswa belum tentu membeli paket data. Ketika semua sudah dimiliki, listrik yang bermasalah.

Suyanto menilai, saat ini kita masih berada di eufioria Revolusi Industri 4.0, yang sebenarnya, 2.0 saja belum tuntas. Oleh karena itu, guru harus memiliki karakter yang bisa mengelaborasi dan memanipulasi keadaan yang tidak maksimal itu demi belajar siswa sehingga masih bisa bekerja ketika listrik tidak ada.

“Guru harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menghadapi perubahan-perubahan itu. Pendidikan karakter sebagai katalisator perubahan. Di masa pandemi, jangan melakukan hal-hal yang sama (iterasi), lakukanlah sesuatu berbasis kreativitas, harus ada inovasi,” ungkap Suyanto.

Baca juga:   Pendidikan Karakter Bangsa dan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di Abad ke-21

Terkait masih belum berhentinya Covid-19, menurutnya telah terjadi misleading terhadap istilah new normal. New nomral dianggap tidak ada Covid lagi. Akibatnya, Covid-19 justru meningkat karena orang lengah dan tidak mengikuti protokol kesehatan.

New normal berarti keadaan yang belum normal. Jadi, kita harus berperilaku berdampingan dengan korona. Kita harus menjaga protokol kesehatan dan PHBS. Kata kunci untuk new normal adalah disiplin, guru dan siswa harus disiplin, seperti jaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, dan sebagainya. Sekolah harus memastikan menegakkan protokol kesehatan. (*) Lihat salindia…

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Kesiapan menjadi Kampus Merdeka

1

Indonesia Tanah Air Beta

Ibuku, Guruku

Catatan Seorang Guru

4

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,071FansLike
46FollowersFollow