Tuesday, January 31, 2023
spot_img
BerandaKesehatanHerd Immunity

Herd Immunity

Strategi Menghadapi Pandemi Covid-19

Dr. Heru Nurcahyo, M.Kes.
Dosen Jurdik Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Suyanto.id–Ulasan kali ini mengambil topik herd immunity. Sebetulnya topik ini sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya. Oleh karena banyak permintaan untuk diulas kembali, maka tulisan kali ini sebagai info tambahan saja.

Secara harfiah, menurut Oxford English Dictionary, arti kata herd adalah sekumpulan besar (large group) hewan atau manusia yang hidup bersama saling ketergantungan dalam suatu lingkungan. Immunity artinya adalah kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Hakikat kekebalan dalam pengertian biologis atau medis adalah kemampuan tubuh mempertahankan diri dari serangan bibit penyakit tertentu. Artinya, kekebalan bersifat spesifik hanya sesuai dengan agen penyakitnya.



Kekebalan semacam ini dikenal dengan istilah kekebalan dapatan (acquired immunity). Sebagai contoh, tubuh telah memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19, artinya tubuh hanya kebal terhadap virus Covid-19, bukan virus lainnya.

Konsep herd immunity atau kekebalan kelompok memiliki relevansi dengan kekebalan dapatan ini. Dengan demikian, kekebalan kelompok terhadap suatu penyakit menular tertentu berarti sebagian besar organisme di suatu wilayah telah memiliki kekebalan terhadap agen penyakit tersebut. Menurut konsep epidemiologi, herd immunity dimaknai sebagai salah satu strategi dalam rangka pencegahan penularan penyakit menular.

Selain kekebalan dapatan, ada jenis kekebalan lain yang bersifat umum. Artinya, meliputi semua jenis agen penyakit yang dalam istilah biologis atau medis dikenal dengan kekebalan alami (natural immunity). Dalam kehidupan sehari-hari, kekebalan alami sering disama artikan dengan ketahanan tubuh (daya tahan tubuh) terhadap penyakit secara umum. Konsep herd immunity terkait dengan sistem kekebalan spesifik atau istilah medisnya kekebalan dapatan (acquired immunity) bukan kekebalan alami (natural immunity).

Sebagai ilustrasi, saya melakukan penelitian menggunakan hewan coba ayam broiler sebanyak 90 ekor. Ayam tersebut saya bagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 30 ekor. Kelompok 1 sebagai kontrol tidak diberi perlakuan, kelompok 2 diberi probiotik, dan kelompok 3 diberi probiotik dan vaksin flu burung. Probiotik diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Setelah 28 hari semua indikator ketahanan tubuh diperiksa melalu pemeriksaan darah putih lengkap. Pada hari itu juga semua ayam broiler diuji tantang (challenge test) dengan virus flu burung jenis paling ganas, yakni high pathogenic avian influenza (HPAI VAI). Hasilnya semua ayam dari kelompok kontrol dan yang diberi probiotik tanpa divaksinasi semuanya mati dengan gejala seperti terinfeksi virus HPAI. Sementara itu, kelompok yang diberi vaksin tetap bertahan hidup dan sehat tidak menunjukkan gejala infeksi HPAI.

Baca juga:   Corona dan Belajar

Kesimpulannya, ayam tanpa dilindungi oleh kekebalan spesifik sebagai akibat divaksinasi, akan mati karena tidak memiliki kekebalan spesifik yang melindungi terhadap infeksi penyakit flu burung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dan ketika konsep herd immunity dijadikan sebagai suatu strategi untuk penanggulangan wabah penyakit menular tanpa diikuti dengan vaksinasi yang benar, maka akibatnya angka kesakitan (morbiditas) akan tinggi dan akan banyak terjadi kematian (mortalitas). Dengan kata lain, sama saja pasrah kepada alam, mau hidup atau mati terserah. Kalau itu menyangkut manusia dan Covid-19, maka rumah sakit akan penuh dengan pasien Covid-19.

Dalam kehidupan sehari-hari, kekebalan seseorang dapat terbentuk secara disengaja atau tidak disengaja (secara alami). Secara sengaja dilakukan melalui mekanisme imunisasai atau vaksinasi. Secara alami dilakukan melalui mekanisme sakit atau tidak sengaja. Jika seseorang menderita sakit Covid-19, maka secara otomatis orang yang kuat bertahan dan sembuh dari penyakit, maka di dalam plasma darahnya akan banyak dijumpai zat kebal.

Pada kejadian wabah Covid-19 seperti saat ini, terdapat kemungkinan sebagian dari warga masyarakat menjadi kebal karena terpapar virus Covid-19 dari alam yang telah lemah atau mengalami kerusakan. Virus melemah atau mengalami kerusakan diakibatkan, di antaranya, oleh sengatan sinar matahari atau bahan kimia seperti disinfektan. Bibit penyakit yang telah mengalami pelemahan atau bahkan kerusakan struktur tersebut ketika masuk ke paru-paru dalam kondisi keletihan sehingga tidak mampu menimbulkan penyakit. Sebaliknya, malah merangsang terbentuknya reaksi kekebalan (response immune).

Metode untuk mengetahui atau memastikan bahwa pada suatu kelompok telah terbentuk kekebalan dapat dilakukan dengan rapid test atau Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Uji cepat (rapid test) yang bersifat kualitatif dapat digunakan untuk mengetahui dan menilai apakah pada kelompok masyarakat telah terbentuk kekebalan atau apakah suatu program vaksinasi telah efektif membentuk kekebalan. Metode ELISA dapat digunakan untuk mengetahui secara kuantitatif berapa kadar zat kebal (antibody) yang terbentuk di dalam tubuh seseorang. Dengan menerapkan kedua metode tes tersebut secara acak dan meliputi kelompok besar, maka dapat diketahui presentase penduduk yang sudah memiliki kekebalan terhadap Covid-19.

Demikian sekilas ulasan tambahan tentang herd immunity, semoga bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan. Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera. (*)

spot_img

22 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum pak.
    Semisal orang yang sudah sembuh dari penyakit covid19, apa ada kemungkinan dia kebal dari dari covid. Misal dia dah mendapatkan kelebalan, darah yang dia bentuk (dlm tubuhnya) bisa nggak untuk membantu penderita covid.

  2. Terima kasih ilmunya prof.sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentang herd immunity.sehat terus prof di tunggu untuk artikel2 selanjutnya.terima kasih.

  3. Terimakasih ilmunya Prof. Semakin memperbanyak pengetahuan kita tentang Covid-19. Terus berbagi ilmunya ya Prof .. Ditunggu artikel selanjutnya. Sehat dan sukses selalu…

  4. Terima kasih prof, tambah pengetahuan.
    Tetapi tambah miris ya. Kita berada dalam wilayah yang terpapar covid 19, tetapi kita tidak punya kekebalan spesifik thd virus tsb.
    Sedangkan tingkat daya tahan tubuh kita untuk menangkal virus tsb kitapun tidak tahu, seberapa tinggi.
    Idealnya memang harus ada vaksin yg sesuai dapat melindungi, tetapi itupun belum ada.
    Dengan kondisi demikian, agar kita dapat survive di tengah pandemi, saya kira yang perlu dilakukan ya merubah perilaku kita , tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

  5. Herd immunity saat ini sudah terbentuk bagi manusia yg tidak menyamankan fisiknya dalam kehidupannya tiap hari seperti petani yg tiap hari terkena bakteri dan virus skala kecil akan melatih memori t sell dan sel lymposit B nya akan lebih responsif bisa ada virusbaru terpapar meninggal banyak darianusia ygt tiap hari menyamankan fisiknya krn technologi gaya hidup sehingga bila ada virus baru tubuhnya lambat respon immunnya sehingga efek klinis cpvid 19 lebih mendominasi tanpa tekanan dan meninggal.
    Herd immunity adalah bagian dari immun public (statmen sy diakhir februari di youtube si bagor https://youtu.be/3A_w009w_g) dimana immun public itu bisa terjadi karena terbentuknya herd immun, bisa juga terjadi karena telah ditemukannya vaksin dan telah diaplikasikan pada public, bisajuga terjadi karena pola hidup populasi manusia berubah. . .dan telah ditemukannya sistematik terapi shg jumlah mortalitas terpapar kurang dari 2 persen

  6. Prof, ijin bertanya, Rapid Test atau ELISA yang dimaksud itu apakah Rapid Test yang sama dengan yang digunakan pemerintah saat ini untuk mengetahui masyarakat positif atau negatif Corona?

  7. Benarkah dengan rapid test jika positif maka ada kekebalan spesifik corona… jk tak ada gejala berarti orang tsbt sebagai carier dan jk sdh lewat 14 hari berarti orang tsbt pernah terinfeksi krn kekebalan spesifik muncul… begitukah?
    Antibody alami punya peran apa jika pada kenyataan dari perkakuan 3 kelompok Broiler ternyata hanya yg divaksin yg lolos dari kematian…. suwun mohon pencerahannya

    • 1. Tergantung jenis rapid test nya … jika berbasis antibodi maka kalau reaktif berarti orang tersebut pernah terinfeksi Covid atau memiliki kekebalan spesifik
      2. Setiap orang yang sembuh dari infeksi Covid19 pasti telah terbentuk antibodi thd covid19
      3. Kekebalan alami untuk pertahanan primer… selebihnya menjadi tanggung jawab kekebalan dapatkan… jadi utk infeksi virus flu burung atau juga covid19 jika kekebalan dapatkan belum terbentuk maka tubuh akan terserang penyakit

  8. Terimakasih Prof. Heru semakin bertambah wawasanku. Karena dijelaskan secara gamblang sekalipun sangat ringkas tapi jelas. Teruslah berkarya dan sukses selalu. Semoga kita semua diberikan kesehatan. Aamiin

  9. Terimakasih prof. Her … sangat bermanfaat ilmunya. Smoga dengan tulisan in wawasan pengetahuan terhadap covid 19 makin jelas. Sehingga bisa bersikap dan bertindak tepat dalam menghadapi wabah ini.

    • Ragu-ragu … mestinya kebijakan diambil berdasarkan data epidemi … kalau hanya pertimbangan ekonomi saja dapat berakibat parah bagi masyarakat.. prioritas mestinya kesejahteraan rakyat

  10. Terima kasih Prof Heru …..setelah baca artikel ini lebih mengerrti tentang herd immunity dan acquired immunity. Semoga bermanfaat utk masyarakat dalam menerapkan hidup sehat ditengah pandemi. Aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Cinta

0

Janji Proklamasi

1

Pelayatan Agung

0

Ziarah

1

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
68FollowersFollow