Sunday, February 28, 2021

Jakarta

Oleh Gus Nas Jogja

Lebam siapa yang pagi ini kutemukan dalam puisi
Semburat langit mengucap gerimis
Kota yang telah kehabisan kata
Keluh dan kesah memerih dalam kisah sejarah

Kemana merpati putih yang kurindukan itu hinggap?
Dimana langit biru yang menjadi atap bagi keteduhan hati itu sembunyi?

Jakarta kian lapuk di pelupuk mataku
Taman-taman keindahan telah rindang dengan benalu
Dimanakah harum cinta akan menghembuskan nafasnya?

Antara Istiqlal dan Katedral kuziarahi masa lalu
Kusaksikan jiwa-jiwa hampa berebut kuasa
Merayakan arang dan abu tanpa api di akal budi

19 Desember 2020

SebelumnyaBela Bangsa
BerikutnyaApa Kabarmu, Ibu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Hari yang Dijanjikan

0

Menangis adalah Hak

0

Problematika Terurai

0

Kilasanmu Ayah

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Menangis adalah Hak

Kilasanmu Ayah

Problematika Terurai

1,160FansLike
46FollowersFollow