Sunday, November 1, 2020
Beranda Puisi dan Lagu Kabar Jelaga dari Jakarta

Kabar Jelaga dari Jakarta

Gus Nas Jogja

Apa yang masih tersisa dari Jakarta
Ketika amarah tumpah dan api membara di jalan raya
Masih adakah yang merasa gagah dan merasa paling jumawa?

Jika revolusi begitu tega memakan anak-anaknya sendiri
Apakah demokrasi juga membuahkan kerakusan
Dan menyalakan api untuk menghanguskan budi pekerti?

Anarkisme mengaumkan hukum rimba
Mendesis bagai ular beludak
Mengisahkan kelam sebagai bangsa kaleng karatan

Yang tersisa di Ibukota hanya kebebalan
Manusia kelas rendah yang gagal merawat kewarasan

Ternyata rakyat dan wakilnya setali tiga uang
Memilih jalan instan dan menghalalkan segala agar cepat sampai tujuan

Omnibus Law cepat melaju
Seribu halaman undang-undang dikebut
Lalu diketok dan disahkan lewat jalan pintas dalam paripurna di Senayan

Adakah yang sungguh-sungguh bertanya
Kapankah para wakil rakyat itu bekerja
Lalu menghasilkan seribu halaman undang-undang?

Demokrasi yang dilecehkan
Hanya melahirkan anarki dalam kehidupan

Demokrasi yang dikebiri
Hanya menyalakan api
Dana Pilkada yang begitu tinggi hanya menghasilkan pemimpin basi

Halte demi halte tinggal menyisakan arang dan abu
Menjadi saksi bisu bagi kedangkalan nalar dan hati yang beku

Inikah buah pendidikan karakter yang berliku-liku itu?
Ataukah takdir sejarah yang kian blunder dan tak paham kemana bangsa ini menuju?

Aku malu pada rendahnya akhlak dan kewarasan
Lembaga agama macet
Lembaga pendidikan mampet
Dana besar pendidikan hanya menghasilkan makhluk rombengan
Fatwa-fatwa agama hanya membuahkan kaleng karatan

Wahai saudara satu merah putih
Wahai saudara satu Indonesia Raya
Marilah kita sudahi meludahi wajah sendiri

Catatan setelah Demo Omnibus Law,
Oktober 2020

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Pendidikan yang Memerdekakan

0

Puisi Pemuda

0

Udan Sore

3

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,044FansLike
44FollowersFollow