Sunday, February 5, 2023
spot_img
BerandaPendidikanKebahagian Guru di Tengah Pandemi Covid-19

Kebahagian Guru di Tengah Pandemi Covid-19

Yogi Ageng Sri Legowo, S.Pd., M.Pd.
Kandidat Doktor Dikdas Universitas Negeri Yogyakarta dan Sekretaris LPPM Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Suyanto.id–Corona Virus Disease (Covid-19), siapa yang dapat mengira organisme sekecil ini dapat membuat kerusakan yang besar dalam berbagai bidang kehidupan. Virus yang dilaporkan oleh China pertama kali pada tanggal 31 Desember ini menyebar dengan begitu cepat dan menjadi permasalahan kesehatan pada awalnya. Kemudian karena keganasan dan belum adanya penawar, mereka berkembang menjadi penghancur pada sistem perekonomian, tatanan kehidupan bermasyarakat, termasuk kebudayaan, serta pendidikan di seluruh dunia. Bisa dibayangkan kawanan singa lapar lepas bebas di sekeliling manusia, antipeluru, dan menyerang bagian vital dalam tubuh manusia, paru-paru.

Pemimpin-pemimpin negara dunia sepakat untuk menghentikan cakaran Covid-19 melalui pembatasan interaksi antarmanusia. Masalah muncul kemudian, karena pembatasan interaksi ini juga membatasi kinerja mesin-mesin produksi dan aktivitas pendidikan. Bahkan, sebagian yang lain terpaksa harus bangkrut. Sebanyak 47% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gulung tikar (tempo.co). Hal sama terjadi pada 46 perusahaan raksasa dengan aset lebih dari 1 miliar dolar Amerika bangkrut hingga 17 Agustus 2020 (finance.detik.com). Sementara itu, pada sektor pendidikan, Indonesia terancam kehilangan bonus demografi karena menurunnya kualitas pendidikan selama pandemi ini berlangsung.

Bagi masyarakat, kengerian dampak Covid-19 ini fakta lebih dekat dari yang mereka bayangkan. Dampak dari Surat Edaran Nomor 4 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang salah satu poinnya menyebutkan bahwa proses belajar dari rumah, orang tua siswa harus menghadapi tingkat stres yang bertambah. Terbukti adanya kasus pembunuhan pada anak oleh ibunya karena sang anak yang sulit belajar online (kompas.com, 2020). Bahkan, menurut Komisi Komnas HAM, Maria Ulfah Anshor (dalam keterangan pers kompas .com), sebanyak 80% responden perempuan pada kelompok berpenghasilan di bawah 5 juta rupiah per bulan menyampaikan bahwa kekerasan yang mereka alami cenderung meningkat selama masa pandemi Covid-19. Belum lagi, tingkat perceraian di Indonesia yang mengalami peningkatan yang secara langsung maupun tidak langsung merupakan dampak dari Covid-19.

Baca juga:   Pandemi Covid-19 Matikan Semua Sendi Kehidupan

Lalu, apa yang bisa menjadi hal membahagiakan dari kengerian ini, terutama bagi guru? Tentu saja seluruh warga dunia bersedih dan menderita dengan adanya pandemi ini. Akan tetapi, setidaknya ada salah satu fakta yang perlu disyukuri dari kehadiran pandemi ini, yaitu meningkatnya kesadaran akan pentingnya kehadiran guru dan rasa menghormati guru.

Dulu, kita masih mengingat kasus seorang guru SD Pa’bangngiang, Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan yang dianiaya oleh orang tua siswa di ruang kelas mereka (news.detik.com, 2019) atau kasus penganiayaan guru salah satu SMP di Sulawesi Utara oleh wali siswa (jawapos.com, 2018), serta kasus kekerasan lain yang berakar dari kurang pahamnya orang tua siswa terhadap pekerjaan seorang guru.

Sekarang, banyak dari orang tua siswa yang menginginkan pembelajaran di kelas karena telah merasakan betapa beratnya membimbing anak untuk dapat belajar dengan baik. Meskipun sebagian yang lain mungkin tidak mengalami kesulitan yang sama, minimal ada nilai positif dari cobaan Covid-19 ini, yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberadaan guru di kelas dan betapa tidak mudahnya menjadi seorang pengajar. Dari kesadaran ini akan muncul hubungan sosial-emosional yang tinggi dari orang tua dan wali murid yang memiliki keinginan yang sama untuk mencerdaskan siswa dan anak mereka.

Tentu saja kebahagiaan ini bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Bukan bermaksud meremehkan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, melainkan mengambil sisi positif dari suatu kejadian agar menjadi pelajaran yang berharga untuk kehidupan berbangsa yang lebih baik. (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Cinta

0

Janji Proklamasi

1

Pelayatan Agung

0

Ziarah

1

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
68FollowersFollow