Wednesday, January 20, 2021
Beranda Gagasan Ilmiah Populer Logika Murni untuk Mengatasi Pandemi Covid 19

Logika Murni untuk Mengatasi Pandemi Covid 19

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Pendahuluan

Berbagai macam teori dan pendekatan telah digunakan untuk menanggulangi wabah atau Pandemi Covid-19. Berbagai produk hukum sudah dihasilkan terkait usaha penanggulangan wabah Covid-19. Mulai dari ditetapkannya wabah Covid-19 oleh WHO sebagai Pamdemi global sampai dengan kebijakan tiap-tiap negara yang menghasilkan produk hukum atau protokol kesehatan.

Kenyataannya, fakta di lapangan berkata lain. Tidak ada satu negara pun yang bisa mengklaim telah berhasil mengatasi Covid-19. Tercatat beberapa negara dengan usaha yang ekstra ketat telah berhasil paling tidak mengurangi laju perkembangan Covid-19, seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Yunani, Taiwan, dan Vietnam.

Ketika tulisan ini dibuat, data global korban terinfeksi menunjukkan angka 2.831.182 orang, dengan angka kematian sebesar 197.356 orang. Sebuah angka spektakuler untuk korban penyakit menular era modern. Seakan hal ini ingin menunjukkan bahwa pencapaian peradaban manusia di era Industri 4.0 dan 5.0, tidak berdaya dan tidak berbuah banyak menghadapi Covid-19.

Pentingnya Menemukan dan Mengembangkan Logika Murni untuk Mengatasi Pandemi Global Covid-19

Di dalam bukunya The Critics of Pure Reason, Immanuel Kant (1781) mengekspose 2 (dua) metode dasar berpikir, yaitu Logika Murni (Pure Reason) dan Logika Tidak Murni (Impure Reason). Walaupun agak kurang tepat, ada yang mengartikan Logika Tidak Murni sebagai Logika Terapan.

Logika Murni adalah logika yang berlaku umum dan mendasar pada semua segi dan bagian dari konsep-konsep dengan tanpa mempersoalkan arti khusus pada sesuatu cabang ilmu yang terkait. Jika tidak demikian maka dikatakan sebagai Logika Tidak Murni atau Logika Terapan. Jadi, Logika Tidak Murni dapat juga dikatakan sebagai logika yang diterapkan dalam setiap cabang ilmu, atau kontekstual kehidupan, negara, daerah atau kehidupan sehari hari.

Baca juga:   Inovasi Guru di Tengah Pandemi Covid 19

Dengan demikian, dapat dimengerti bahwa Logika Murni mempunyai sifat: 1. terbebas dari motif, 2. terbebas dari Konteks, 3. fokus pada permasalahan, 4. bersifat umum dan mendasar atau ontologis, 5. melampaui dan menembus sekat ruang dan waktu, dan 6. bersifat independen.

Dengan memanfaatkan sifat dan potensi tersebut, penulis menyintesiskan bahwa Logika Murni dapat digunakan untuk mendekati dan sebagai metode untuk mengatasi Pandemi Covid-19 sebagai berikut.

  1. Perlu bekerja sama tanpa prasyarat antarnegara-negara di dunia untuk memerangi Covid-19.
  2. Perlu memahami adanya dan berpegang teguh pada kesepakatan global yang diinisiasi oleh WHO. Kesepakatan mana disebut sebagai Universal Imperative on Covid-19, yang salah satunya adalah deklarasi oleh WHO bahwa Covid-19 sebagai Pandemi Global.
  3. Bekerja sama mengembangkan vaksin anti-Covid-19 untuk digunakan secara bersama secara global.
  4. Agar setiap negara menghasilkan produk perundangan terkait Covid-19, secara komprehensif memperhatikan ketentuan global dan hubungan negara-negara di dunia.
  5. Membangun mindset dan paradigma baru terkait penanggulangan krisis kesehatan global.
  6. Menyadari bahwa Pandemi Global Covid-19 tidak dapat diatasi sendiri oleh sebuah atau kelompok bangsa.
  7. Mengurangi atau meniadakan ketegangan atau konflik antarnegara dan fokus kepada penanggulangan Covid-19.
  8. Melakukan sharing hasil penelitian dan melakukan edukasi yang terus menerus tentang bahaya dan penanggulangan Covid-19 kepada seluruh bangsa dan setiap jenjang masyarakat.
  9. Menggunakan Logika Terapan untuk solusi Covid-19 secara kontekstual, misalnya kontekstual agama dan budaya. Dengan demikian, perlu adanya kerja sama atau gotong royong dalam mengatasi masalah Covid-19.

Kesimpulan

Logika Murni mempunyai aspek, perspektif, dan potensi untuk dikembangkan sebagai pendekatan atau metode dalam menanggulangi Pandemi Covid-19, baik secara global, bangsa, daerah, maupun individual.

Referensi:
Kant, I, 1781, The Critics of Pure Reason
WHO https://www.who.int

10 KOMENTAR

  1. Bagaimana melaksanakan pengembangan vaksin covid 19 bersama secara internasional? Yang sudah terjadi adalah pengembangan oleh negara tertentu, misalnya Cina, kemudian WHO menetapkan bahwa vaksin tersebut bisa digunakan di seluruh dunia.

    • Trims P Ris, saya dapat mengartikan Hakikat Dasar sebagai pilar ontologis berbentuk forma dan substansi, yang diperoleh dengan metafisik.

      Logika Murni/Pure Reason adalah pilas epistemologis, untuk secara metafisik, salah satunya, mengungkap Hakikat Dasar.

      Logika Murni/Pure Reason dan Logika Tidak Murni/Impure Reason, mendasari semua Cabang Ilmu. Jangankan Cabang ilmu, mereka mendasari semua kegiatan berpikir.

      Logika Murni/Pure Reason adalah separuh ilmu, sedang separuh yang lain adalah Logika Tidak Murni/Impure Reason. Komprehensivitas jika memuat keduanya.

      Trims.

  2. Maaf prof, Belajar menyimpulkan / tesis :
    1.Usaha lahiriyah dg logika murni
    2. Usaha bathiniyah/doa dg logika tdk murni/ logika terapan
    Didasarkan pandemi covid19 blm bisa diprediksi kpn berakhirnya ?

    Posisi Kajian Ontologi Metalogika diantara istilah logika murni dan tdk murni ?
    Scr umum Murni biasanya dianalogikan pd sesuatu yang baik / Maha baik, kok agama dimasukkan pd yang tdk murni/terapan?
    Ap beda kajian filsafat barat dan filsafat timur
    Mohon pencerahannya…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Mamuju

Tresna Tanpa Syarat

Tepuk Dada

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,145FansLike
46FollowersFollow