Saturday, December 4, 2021
spot_img
BerandaGagasan GuruMenjadi Ibu Pekerja

Menjadi Ibu Pekerja

Rita Tiaswari, S.Pd., M.S.I.
Guru Bimbingan Konseling MTs Negeri 4 Sleman

Suyanto.id–Orang tua adalah setiap orang yang bertanggung jawab dalam keluarga atau rumah tangga. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka disebut dengan ibu/bapak.

Ada dua hal yang menjadi tanggung jawab orang tua, yaitu pengembangan karakter dan pengembangan kompetensi. Pengembangan karakter meliputi tanggungjawab sosial yang positif, komitmen moral, disiplin diri yang memberikan kesadaran internal, serta pengaturan pikiran kehendak. Sementara itu, pengembangan kompetensi terkait pengembagan kemampuan anak dalam mencapai tujuan pribadi dan sosial.

Seorang ibu memiliki posisi strategis dalam kedua peran tersebut. Dengan peran ini, menjadi wajar jika ada yang mengatakan bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi buah hatinya. Oleh karena itu, ibu perlu memiliki pengetahuan dan waktu yagn cukup dalam menjalankan perannya. Namun, keadaan ekonomi dan tuntutan perkembangan zaman, membuat seorang ibu harus berperan ganda, yaitu sebagai ibu sekaligus pekerja profesional.



Menjalankan dua peran sekaligus memang membutuhkan waktu dan energi ekstra. Kendati bekerja, seorang ibu tidak bisa melepaskan perannya dalam menyusui sehingga tidak jarang di sela-sela bekerja, dirinya harus memeras ASI. Belum lagi persoalan ketika akan berangkat bekerja, hal ini sering menimbulkan dilema, terutama ketika bayi yang harus ditinggalkan masih merah. Sebagian ibu kadang terpaksa menyerahkan pengasuhan anaknya kepada saudara atau asisten rumah tangga.

Dengan menitipkan pengasuhan kepada orang lain, tidak serta-merta permasalahan selesai. Seorang ibu kembali mengalami dilema ketika, misalnya, asisten rumah tangga mendadak sakit, padahal sang ibu harus berangkat bekerja.

Oleh karena itu, kerja sama yang baik dengan suami sangat diperlukan. Seorang suami perlu juga peka dan menerima keadaan istri bekerja yang kadang harus kewalahan mengurus rumah tangga, mulai urusan baju kotor, baju setrikaan, memasak, bersih-bersih rumah dan halaman, rekening listrik, dan lain sebagainya.

Baca juga:   Mengayuh Senja

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukan pasangan pekerja.

  1. Menyediakan quality time, hal ini dilakukan dengan tidak membawa beban kerja di kantor ke rumah, bertemu anak harus segar.
  2. Memasukkan anak ke pendidikan anak usia dini. Orang tua tidak dapat menyerahkan pengasuhan pada asisten rumah tangga sepenuhnya, di sekolah anak akan belajar banyak hal, misalnya sosialisasi.
  3. Peran asisten rumah tangga/pengasuh merupakan perpanjangan tangan, karena itu memilih yang dapat dipercaya dalam mengasuh dan mendidik anak.
  4. Jangan lampiaskan kemarahan pada anak. Bisa jadi di tempat kerja kita jengkel dengan rekan, atasan, atau situasi, sebelum sampai rumah semua harus dinetralisasi, jangan sampai anak menjadi sasaran.
  5. Sediakan waktu menemani anak belajar. Sesibuk apapun, tetaplah ada waktu untuk anak. Hal ini dimaksudkan agar tetap terjalin keterikatan yang harmonis, anak tidak merasa diabaikan.

Dengan melakukan lima hal tersebut, diharapkan seorang ibu selalu terlibat dalam pengasuhan anak. Dampaknya akan menjadi cermin ketika kelak mereka dewasa. Anak-anak akan tetap mengenang kita sebagai ibu penyayang, perhatian, serta ibu yang baik meskipun harus pergi bekerja. (*)

spot_img
SebelumnyaBayi Tiban
BerikutnyaGebyaring Donya

1 KOMENTAR

  1. Wanita tiang negara, wanita pejuang rumah tangga, wanita menjaga martabat manusia, wanita guru bagi purta putinya, wanita garda pembangunan keluarga.

    Tugas mulia ini bila terkomunikasikan efektif dan terdistribusikan efisien akan membina jati diri anak, pemuda pemudi, dan akhirnya aset bagi pembangunan sebuah negara.

    Semangat untuk menginspirasi .
    Generasi Emas 17 agustus. 2045.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Kapuas

0

Makrifat Kematian

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Pengantar Kepemimpinan

Makrifat Kematian

Kapuas

1,166FansLike
59FollowersFollow