Saturday, December 4, 2021
spot_img
BerandaKesehatanPandemi Covid-19 versus Iman Orang Percaya

Pandemi Covid-19 versus Iman Orang Percaya

Edison Kabak, S.Kep., Ners., M.Kep.
Staf Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura Program Pendidikan D-III Keperawatan Wamena

Suyanto.id–Dimulai dari Wuhan, Covid-19 menyebar ke seluruh dunia. Maret 2020, wabah ini juga melanda Indonesia. Akibatnya, semua aktivitas ibadah orang Kristen, Katolik, Islam, Budha, Hindu, dan lain-lain yang menyebabkan orang-orang berkumpul untuk sementara waktu dihentikan oleh Pemerintah Indonesia.

Pemerintah pusat hingga daerah memiliki aturan untuk menanggulangi Covid-19. Warga diimbau untuk menahan diri dari aktivitas-akvititas di tempat umum, seperti tempat ibadah, transportasi, sekolah, kampus, bioskop, pasar-pasar, kantor, hingga tempat rekreasi. Warga diarahkan untuk bekerja dari rumah masing-masing.

Informasi Covid-19 menyebar dengan cepat di masyarakat. Postingan di media sosial hingga berita-berita surat kabar dan televisi tentang penderita dan korban meninggal bermunculan tiada henti. Keadaan ini menimbulkan kepanikan, di antaranya ada yang mulai kehilangan akal sehingga terlihat lebih takut kepada Covid-19 daripada kepada Tuhan.

Secara umum para pemuka agama merespons positif anjuran pemerintah. Mereka menghentikan aktivitas di tempat ibadah sebagaimana dianjurkan. Mereka bahkan ikut meminta warganya agar mematuhi aturan pemerintah agar Covid-19 dapat dihentikan.

Kendati demikian, ada pula sebagian yang mengeluh atas berbagai aturan yang ada. Sebagian di antaranya memiliki masalah soal waktu, karena ibadah di rumah keluarga masing-masing kadang tidak sesuai dengan jam yang ditentukan pimpinan gereja. Kadang-kadang mereka sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak menjalankan ibadah di rumah. Hal ini kemungkinan terjadi juga dengan pemeluk agama lain.

Akibatnya, sebagian jemaat melawan pimpinan gereja. Seperti yang terjadi di Tanah Papua, ada jemaat yang protes dan menuntut penyelenggaraan ibadah seperti biasa. Kelompok ini beranggapan bahwa Covid-19 tidak akan menimpa jemaat yang percaya.

Baca juga:   GpAP Peduli Korban Covid-19

Ada pula pendeta yang tetap memaksakan diri menjalankan ibadah seperti biasa dengan menghadirkan para jemaat. Kelompok ini tidak merasa takut dengan pandemi Covid-19, mereka percaya iman kepada Tuhan akan menyelamatkan pemeluknya. Ketika gereja ditutup, mereka membangun gereja atau tempat ibadah lokal agar tetap bisa menjalankan ibadah secara bersama.

Di antara gereja-geraja tersebut, ada pula yang mengambil jalan tengah, misalnya GKI Metanoia Yahukimo, jemaatnya memilih beribadah di tepat terbuka di luar gedung. Inisiatif ini diambil setelah beberapa minggu tidak mendapatkan kepastian kapan gereja mereka akan dibuka.

Melihat kendisi yang beragam ini, aparat TNI dan Polri dikerahkan. Beberapa aktivitas yang dinilai melanggar protokol kesehatan dibubarkan. Tindakan ini tidak bisa disalahkan karena mereka menjalankan perintah untuk menegakkan aturan terkait penanggulangan Covid-19.

Sebagai umat Tuhan, hal yang semestinya kita lakukan dalam keadaan seperti ini adalah bersama-sama melawan dengan permohonan doa sebagai perisai. Tentu saja hal ini disertai ketaatan atas protokol menghadapi Covid-19 sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Sebab itu ambilah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu…. Dalam segala hal keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai iman itu kamu akan dapat memamdakan semua panah api dari si jahat.” (Efesus 6: 13-16) (*)

spot_img
SebelumnyaNgglewang
BerikutnyaBerburu Naga Api

2 KOMENTAR

  1. Tapi virus ini ada disekitar kehidupan kita, iman percaya harus diikuti dg perbuatan nyata, protokol kesehatan tetap di jalankan setiap insan maka covid-19 bisa hilang dari muka bumi ini, oraet Labora, tulisan ini menarik sekali terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Kapuas

0

Makrifat Kematian

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Pengantar Kepemimpinan

Makrifat Kematian

Kapuas

1,166FansLike
59FollowersFollow