Sunday, February 5, 2023
spot_img
BerandaGagasan Ilmiah PopulerPandemi dan KBM Online

Pandemi dan KBM Online

Sudawan Supriadi, M.Pd.
Kaprodi MPI STIT Al-Hikmah Way Kanan Lampung

Suyanto.id–Covid-19 menjadi isu panas sejak akhir 2019 di Wuhan, Cina. Isu tersebut, di Indonesia mulai ramai diperbincangkan sejak pemerintah resmi mengumumkan bahwa ada dua pasien positif corona tanggal 2 Maret 2020.

Alhasil, pemerintah mulai merancang strategi untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 yang sangat masif. Dimulai dari penyemprotan cairan disinfektan, physical distancing, kerja dari rumah, penggunaan masker, larangan mudik, hingga banyak lagi yang lain. Pemerintah pun merancang kembali anggaran agar masyarakat marginal yang rentan bisa tetap survive, mulai dari memberikan subsidi listrik, pemberian sembako melalui Kemensos, hingga beberapa rencana yang masih dalam proses koordinasi dengan pemerintah daerah.




Tercatat sudah ada beberapa daerah yang kini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini merupakan salah satu upaya menekan laju penularan Covid-19. Beberapa daerah yang sudah menerapkan PSBB itu tak luput dari kondisi lapangan yang cukup memprihatinkan karena sudah masuk pada zona merah penyebaran Covid-19. Mekanisme yang harus ditempuh daerah untuk melakukan PSBB harus melalui persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

Penyebaran wabah Covid-19 diprediksi masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu mendatang, sehingga Mendikbud Nadiem Makarim memutuskan pembatalan Ujian Nasional tingkat SD, SMP, hingga SMA. Alasannya, tidak mungkin tetap memaksakan siswa berkumpul karena bisa menjadi rantai penyebaran Covid-19.

Tidak hanya penghapusan Ujian Nasional, pada beberapa tingkatan pendidikan, Kemendikbud juga memberikan surat edaran untuk belajar di rumah. Imbauan ini berulang kali disampaikan, semula siswa masuk awal April, diperpanjang Minggu keempat April. Melihat situasi belum kondusif, maka diperpanjang lagi hingga akhir Mei 2020.

Setiap sekolah mempunyai cara sendiri untuk tetap melakukan proses pembelajaran dengan jarak jauh. Akan tetapi, sangat disayangkan jika masa pandemi ini anak-anak justru tidak sepenuhnya belajar dari rumah karena ketidaksadaran diri akan pentingnya pendidikan. Orang tua di sini sangat dibutuhkan kerjasamanya untuk selalu mengawasi dan memotivasi anaknya agar tetap bisa belajar di rumah selama masa Pandemi. Jangan sampai masa Pandemi ini dimanfaatkan untuk jalan-jalan atau sekadar kongkow-kongkow yang tidak bermanfaat.

Baca juga:   Layang-Layang Kehidupan

Sebelum proses pembelajaran online, tentu guru atau dosen sudah mempersiapkan materi. Maka, siswa harus mampu mengendalikan diri dengan benar-benar belajar, bukan bermain medsos atau justru bermain game.

Pembelajaran jarak jauh ini jelas banyak menemui kedala baik dari siswa, orang tua, maupun guru. Pertama, kendala yang banyak dijumpai di kalangan siswa SD adalah tidak semua siswa diberikan fasilitas ponsel secara mandiri dari orang tua, karena orang tua juga belum mampu membelikan sendiri. Kedua, orang tua harus mengisi kuota internet dan juga cukup kewalahan karena harus selalu mendampingi, terutama jika anaknya masih SD. Ketiga, seorang guru juga sedikit kesulitan untuk mengontrol siswa karena beberapa alasan, misalnya jaringan internet yang kurang baik dan cukup kesulitan untuk mengetahui seberapa paham siswa tersebut terhadap materi yang telah diberikan.

Hal yang perlu diperhatikan jika pembelajaran online akan dimulai adalah siswa harus siap dan mengikuti dengan baik. Sebab, kalau siswa tidak mengikuti dengan baik, maka materinya akan tertinggal jauh. Dalam hal ini, diharapkan siswa bisa mematuhi peraturan dalam pembelajaran daring agar visi dan misi sekolah tetap bisa berjalan dengan baik. (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Cinta

0

Janji Proklamasi

1

Pelayatan Agung

0

Ziarah

1

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
68FollowersFollow