Friday, February 26, 2021

Pandemi

Gus Nas Jogja

Jika sejarah hanya sederet noktah
Maka pandemi telah menuliskan ribuan puisi dari jiwa yang kehabisan kata

Jika pandemi datang untuk menyembuhkan bumi
Dan menghentikan manusia yang telah melampaui batasnya
Itulah makna bahwa Tuhan tak pernah jumawa

Kenapa harus kusalahkan pandemi?
Kenapa bukan kukalahkan kepanikan diri?

Bukankah pandemi sudah lama hadir melucuti kekerdilan kita sendiri?
Saat kita serakah dan melalaikan amanah
Saat kita selingkuh pada bumi tiada henti

Pandemi adalah cara alam semesta merayakan pesta
Saat mata dan telinga manusia telah terbenam dalam comberan angka-angka
Ketika materi mengalahkan energi sepanjang hari

Pandemi adalah cara semesta melanjutkan nafasnya
Saat kemaruk manusia hanya menyisakan asap dan jelaga dimana-mana

Hari esok adalah keseimbangan bagi bumi dan manusia
Pohon-pohon yang tak pernah berhenti bertasbih
Dan mensedekahkan oksigen dengan jernih tanpa dipungut biaya
Akan menjadi penyembuh di alam raya

Kematian tak akan melampaui takdirnya
Tapi manusia yang kehilangan rasa syukur akan menuding pandemi sebagai bencana

Hanya hidup sehat yang Tuhan pinta
Makan dan minum secukupnya tanpa mengabaikan perut lapar tetangga

10 September 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Hari yang Dijanjikan

0

Menangis adalah Hak

0

Problematika Terurai

0

Kilasanmu Ayah

0

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Menangis adalah Hak

Kilasanmu Ayah

Hatiku Tak ‘Kan Berpaling Darimu

1,158FansLike
46FollowersFollow