Friday, August 7, 2020
Beranda Pendidikan Pembelajaran dan Penilaian Remedi

Pembelajaran dan Penilaian Remedi

Prof. S. Hamid Hasan, M.A., Ph.D.
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Ketua Tim Pengembang Kurikulum 2013

Suyanto.id–Dalam sistem belajar tuntas dan kompetensi, dikenal adanya kriteria ketuntasan minimal yang harus dimiliki siswa. Hal ini diasarkan pada prinsip pendidikan belajar tuntas yang menyatakan setiap siswa mampu mencapai kemampuan yang harus mereka miliki walaupun dalam waktu dan proses pembelajaran yang berbeda-beda.

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi patokan apakah seorang siswa sudah dianggap tuntas atau belum menguasai kompetensi suatu mata pelajaran. Jika seorang siswa belum mencapai angka yang ditetapkan sebagai kemampuan minimal ketuntasan, siswa tersebut diberi hak untuk mendapatkan pembelajaran dan penilaian remedi.



Pembelajaran dan penilaian remedi ditujukan untuk memperbaiki hasil belajar seorang siswa. Jika pada suatu ulangan harian seorang siswa tidak mencapai kriteria karena dia lemah pada beberapa pertanyaan, dia perlu mendapatkan pembelajaran dan penilaian remedi untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pembelajaran dan penilaian remedi yang diterimanya bersifat individual. Jika ada beberapa siswa yang lemah pada pertanyaan yang sama, pembelajaran dan penilaian remedi diberikan pada kelompok tersebut. Jika siswa satu kelas lemah pada beberapa pertanyaan yang sama, pembelajaran dan penilaian remedi dapat diberikan kepada seluruh kelas.

Pembelajaran dan penilaian remedi diberikan setelah suatu penilaian harian dilakukan. Hal ini penting karena penguasaan materi yang diuji pada penilaian harian akan berpengaruh terhadap pembelajaran pada materi berikutnya. Ketika itu terus dibiarkan, siswa, kelompok siswa, bahkan kelas akan selalu mengalami kesulitan belajar pada masa kemudian.

Pembelajaran remedi dapat diberikan dalam bentuk tugas membaca materi yang belum dikuasai. Terkait dengan materi pengetahuan atau pembelajaran bersama, guru dapat menjelaskan kembali jika hal tersebut menyangkut kemampuan berpikir dan kinestetik.

Adapun penilaian remedi dilakukan dengan mengganti nilai awal siswa pada soal-soal yang menyebabkan siswa tersebut tidak mencapai nilai KKM dengan nilai-nilai hasil remedi. Jadi, jika seorang siswa jatuh pada soal nomor 1–6 waktu ulangan pertama, pembelajaran dan penilaian remedi dilakukan untuk meningkatkan penguasaan materi soal nomor 1–6 tersebut. Nilai-nilai soal 1–6 hasil penilaian remedi dan nilai-nilai sebelumnya untuk soal nomor 7-10 dihitung kembali. Hasil penjumlahan menjadi hasil baru yang dibagi dengan rumus yang berlaku. Jika hasilnya sudah mencapai KKM atau lebih, siswa tersebut telah mencapai ketuntasan minimal. Hasil inilah yang digunakan untuk angka rapor. (*)

3 KOMENTAR

  1. Terima kadih Prof. Hamid atas materi remedial yg menambah pengetahuan yg signifikan, mungkin perlu dikembangkan dalam patadigma penilaian dg berpatokan pada KKM, KKM disusun disusun benar2 sesuai jangkauan capaian kompetensi dari materi ajarnya, dan guru yg sukses itu adalah guru yg mampu membuat Pertanya/soal sesuai indikator KKM,dimana siswa mampu menjawab semua. “Semamgat membangun generasi bersama Prof. Hamid”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,023FansLike
37FollowersFollow