Friday, August 7, 2020
Beranda Pendidikan Pendidikan Karakter dan Tafsir Pancasila Tidak Boleh Stagnan

Pendidikan Karakter dan Tafsir Pancasila Tidak Boleh Stagnan

Suyanto.id–Masyarakat Indonesia saat ini sedang berada di masa transisi menuju Revolusi Industri 4.0. Pada masa ini, terjadi transformasi dari yang sifatnya fisik menjadi digital dan online. Tansformasi tersebut mempengaruhi karakter disebabkan adanya perubahan pola relasi dalam masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Prof. Suyanto, Ph.D. dalam Webinar “Penguatan Pendidikan Pancasila dan Karakter Bangsa” yang diselenggarakan Pustat Studi Pancasila dan Karakter LPPM Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (16/7).

Mengutip Rowan Gibson, Guru Besar FE UNY ini mengungkapkan, masa depan itu sangat berbeda dengan masa lampau. Kisah sukses pada masa lalu tidak serta-merta dapat digunakan untuk sukses masa depan. Oleh karena itu, masyarkat harus adaptif, tidak cukup dengan modal pintar dan kuat.



Atas dasar itu, pendidikan Pancasila dan pendidikan karakter bangsa harus disesuaikan untuk merespons perubahan-perubahan yang terjadi. Saat ini perubahan sangat dipengaruhi oleh internet. Informasi apapun yang dibutuhkan, ada di internet, bahkan informasi yang sifatnya pribadi sekalipun.

Dengan demikian, belajar sepanjang hayat sangat relevan, tujuannya untuk melakukan penguatan karakter bangsa dan juga melakukan penguatan nilai-nilai Pancasila. Dirjen Mandikdasmen 2005-2010 ini menilai bahwa masyarakat tidak boleh stagnan, tafsir-tafsir Pancasila tidak boleh sama saja walaupun sudah ada 36 butir. Tafsir atas nilai-nilai Pancasila harus dikembangkan, ada sentuhan-sentuhan, hal-hal, yang merupakan hasil inovasi berdasakan teknologi yang ada.

Seminar dilaksanakan secara online melalui Zoom dan live streaming YouTube. Hadir juga sebagai narasumber kegiatan ini adalah Dr. Yudi Latief, Dr. Marzuki, Dr. Samsuri, dan Hartiningsih, M.Pd. Sementara itu, sebagai pembicara utama adalah Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. (*) Lihat salindia…

Baca juga:   Tahun Ajaran Baru Era Pandemi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,023FansLike
37FollowersFollow