Sunday, February 5, 2023
spot_img
BerandaPendidikanPengayaan dalam Pembelajaran

Pengayaan dalam Pembelajaran

Prof. S. Hamid Hasan, M.A., Ph.D.
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Ketua Tim Pengembang Kurikulum 2013

Suyanto.id–Pengayaan muncul sebagai istilah yang dapat dikatakan sudah lama dalam khasanah pendidikan di Indonesia. Proses pembelajaran dalam sistem kelas yang dianut secara konvensional didasarkan pada kemampuan rata-rata siswa, yaitu berdasarkan kecepatan mereka dalam mempelajari bahan ajar. Berdasarkan pandangan ini semua siswa diperlakukan sama, mereka belajar materi yang sama, dan harus selesai dalam waktu yang sama. Keluasan dan kedalaman bahan ajar sebagaimana yang ditetapkan oleh penulis buku teks menjadi patokan bagi guru untuk penyelesaian bahan ajar dalam satu pertemuan. Semua siswa harus menguasai materi pelajaran yang tertulis dalam buku teks.

Pada umumnya pengayaan diberlakukan dalam pembelajaran melalui modul. Siswa yang cepat, menyelesaikan modulnya dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan siswa berkecepatan belajar sedang apalagi yang lamban. Mereka yang cepat harus menunggu temannya yang sedang dan lamban. Oleh karena itu, mereka mempunyai waktu luang yang banyak dalam menunggu tadi. Mereka jenuh menunggu dan untuk mengatasi kejenuhan tersebut kepada siswa dengan kecepatan belajar cepat diberi tambahan materi pelajaran berkenaan dengan materi yang sedang dipelajari, baik materi pengetahuan maupun materi kemampuan berpikir.

Bagaimana dengan kelas yang tidak menggunakan modul? Siswa belajar berdasarkan kecepatan guru dan dengan demikian bagaimana guru mengetahui siswa mana yang cepat, rata-rata, dan lamban? Guru dapat mengenal mereka dengan banyak cara yang bersifat intuitif profesional, tetapi paling tidak ada dua cara. Pertama, berdasarkan hasil ulangan harian dan kedua berdasarkan pengamatan dalam interaksi belajar. Cara kedua ini dikenal jika siswa mengerjakan tugas, baik individual maupun kelompok di kelas. Demikian juga bagi siswa yang belajar melalui luring dan guru kunjung, guru dapat segera mengenal siswa yang cepat ketika mereka sudah melaporkan hasil belajarnya dan menilai keberhasilan belajar mereka.

Baca juga:   Tiga Cara Belajar Menurut Kurikulum 2013

Di kelas tatap muka dan daring di mana kecepatan belajar ditentukan guru sepenuhnya, selain berdasarkan pengamatan guru sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, siswa yang cepat dapat dikenal hanya berdasarkan hasil penilaian. Siswa yang selalu mendapatkan nilai tinggi, di atas KKM, dapat dikelompokkan sebagai mereka yang cepat belajar. Apalagi mereka yang selalu mendapatkan skor 8, 9, dan 10 setiap kali penilaian harian. Kepada mereka dapat diberikan pengayaan, yaitu membaca dari sumber lain yang disediakan guru atau yang dapat mereka peroleh dari berbagai akses yang tersedia bagi mereka, seperti buku referensi ataupun sumber internet.

Kapan pemberian materi pengayaan dilakukan? Pertama, ketika siswa lain diberikan pembelajaran remedi, baik di kelas maupun di luar kelas. Kedua, pada waktu sedang proses pembelajaran, yaitu ketika mereka sudah menyelesaikan kerja kelompok atau individual di kelas sementara yang lain masih menyelesaikan tugas utamanya. (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Cinta

0

Janji Proklamasi

1

Pelayatan Agung

0

Ziarah

1

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
68FollowersFollow