Home Anak Pergi ke Kebun Alpukat Simbah

Pergi ke Kebun Alpukat Simbah

0
Pergi ke Kebun Alpukat Simbah

Oleh Muhammad Rakha Satyadeva
Kelas 4 Ibnu Rusyd SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta

Suyanto.id–Hari Minggu adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Kami akan pergi melihat kebun alpukat milik Simbah yang terletak di Ring Road Timur, dekat Jalan Wonosari. Kami janjian dengan Simbah pukul 9:00.

Saat kami menghampiri rumah Simbah, ternyata belum siap untuk berangkat. Jadi, kami harus menunggu beberapa menit. Ternyata Simbah baru memepersiapkan bibit talas untuk ditanam di kebun alpukat. Rencananya, Mbah Subi akan ikut, tetapi Mbah Subi tidak enak badan sehingga tidak jadi. Kami pun berangkat bersama Simbah dengan satu mobil.

Sebelum ke kebun alpukat, Simbah mengajak kami ke percetakan yang terletak di dekat Kolam Renang Galaxy Jalan Wonosari. Saya jadi teringat ketika masih TK di BIAS, sering rekreasi ke kolam renang itu bersama teman-teman.

Awalnya, Simbah lupa lokasinya. Untungnya, tempat itu bisa dicari di Google Maps. Sampai di percetakan, kami melihat gedung yang tidak terawat di belakang percetakan. Kami juga menemui rumah kecil penjaga gedung itu bersama istri dan anaknya yang masih TK. Di belakang gedung itu masih ada lahan yang cukup luas. Tapi sayang, tanah itu kurang dimanfaatkan dan hanya ditanami beberapa pohon sengon, jati, dan pepaya.

Setelah dirasa cukup oleh Simbah, kami pergi ke kebun alpukat yang terletak di Ring Road Timur, tidak jauh dari percetakan itu. Saat sampai di kebun, banyak sekali pohon alpukat dan ada pula beberapa pohon pisang. Di sana banyak angin yang berhembus. Jadi, udara terasa sejuk. Karena di sana lahannya luas dan banyak rumput, saya dan adek mencari belalang. Saya juga menemukan ceplukan, tetapi ternyata ceplukannya tidak ada yang matang. Ciri-ciri ceplukan yang belum matang adalah buahnya masih kecil, rasanya kecut, dan masih berwarna hijau.

Baca juga:   Asyiknya Menanam Sayuran di Kebun Sendiri

Saat sudah siang dan puas mencari belalang, kami berteduh di rumah kecil yang ada di sana. Tidak terasa waktu salat Zuhur sudah tiba. Kami pun kemudian salat berjamaah di dalam rumah itu.

Ketika waktunya makan siang, kami makan di rumah kecil itu dengan menu sate dan tongseng. Oh iya, saya lupa bilang, kami makannya ditraktir Simbah, loh. Setelah kenyang, dan waktu kira-kira sudah pukul 13:00, kami pulang ke rumah. Simbah juga memberi oleh-oleh pisang kepok yang sudah matang. Dalam perjalanan pulang, karena lelah, saya dan adek Hamka tertidur di mobil.

Pengalaman ini sangat menyenangkan. Semoga saya bisa ke sana lagi saat alpukatnya sudah panen. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here