Sunday, November 1, 2020
Beranda Pendidikan Merdeka Belajar: RPP Satu Halaman, Efektifkah?

Merdeka Belajar: RPP Satu Halaman, Efektifkah?

Habibi, S.Pd., M.Pd.
Pernah mengajar di SD Negeri 07 Teladan Bukittinggi, Dosen Jurusan PGSD Universitas Negeri Padang, dan Kandidat Doktor Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta

Suyanto.id–Kebijakan Merdeka Belajar pertama kali disampaikan pada Rapat Koordinasi Mendikbud bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota di Jakarta tanggal 11 Desember 2019. Kemudian dilanjutkan dengan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019. Hingga kini masih terdapat perbedaan pendapat tentang hal ini, ada yang setuju, ada pula yang memiliki pandangan lain.

Salah satu pokok kebijakan Merdeka Belajar yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran dan paling banyak mendapatkan respons positif dari para guru adalah penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sering disebut RPP 1 halaman.

Komponen RPP Sebelum Merdeka Belajar

Penyederhanaan RPP merupakan perampingan RPP jika ditinjau dari komponen penyusunnya. Sebelum adanya program Merdeka Belajar, dasar hukum yang mengatur RPP adalah Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Dalam regulasi tersebut, dinyatakan bahwa tujuan RPP adalah menciptakan pembelajaran yang berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan permendikbud ini, komponen RPP meliputi (1) identitas sekolah, (2) identitas mata pelajaran, (3) kelas/semester, (4) materi pokok, (5) alokasi waktu, (6) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, (7) tujuan pembelajaran, (8) materi pembelajaran, (9) metode pembelajaran, (10) media pembelajaran, (11) sumber belajar, (12) langkah-langkah pembelajaran, dan (13) penilaian.

Komponen RPP sebelum kebijakan Merdeka Belajar memang terlihat sangat padat, ada tiga belas komponen yang wajib dicantumkan. Berkaca dari pengalaman penulis saat menjadi guru SD dan cerita rekan-rekan seprofesi, jumlah halaman RPP berkisar 12–18 halaman berikut dengan lampiran materi dan penilaiannya. Bahkan, ada RPP lebih dari 25 halaman karena uraian materi dan penilaian yang lebih detail.

Itu hanya untuk untuk satu kali pembelajaran. Guru SD yang mengajar di kelas rendah harus mempersiapkan 192 RPP untuk pembelajaran setahun atau 96 RPP untuk satu semester. Jadi, jika ketebalan satu RPP adalah 12 halaman, maka terdapat 2.304 halaman untuk pembelajaran setahun atau 1.152 halaman untuk pembelajaran satu semester.

Komponen RPP Setelah Merdeka Belajar

Mempersiapkan dokumen RPP yang jumlahnya ribuan halaman tentu bukan pekerjaan mudah. Waktu yang semestinya bisa digunakan untuk proses pembelajaran dan evaluasi, terkuras untuk menyusun RPP. Belum lagi jika guru harus mengerjakan tugas-tugas lain dari sekolah.

Untuk efisiensi tenaga dan waktu guru, akhirnya Kemendikbud RI merampingkan substansi RPP melalui kebijakan Merdeka Belajar. Dalam kebijakan tersebut dijelaskan bahwa RPP hanya terdiri atas tiga komponen inti, yaitu (1) tujuan pembelajaran, (2) kegiatan pembelajaran, dan (3) asesmen. Dengan catatan bahwa komponen RPP lainnya bersifat pelengkap dan dapat dipilih secara mandiri, artinya boleh disertakan, boleh tidak, bergantung kebutuhan.

Dengan komponen inti yang hanya 3 aspek ini, semestinya RPP tersebut berjumlah 1 halaman saja. Berdasarkan jumlah ini, tentunya guru SD kelas rendah hanya perlu menyediakan 96 halaman RPP untuk pembelajaran selama 1 semester atau 192 halaman RPP untuk pembelajaran 1 tahun. Kuantitas yang jauh lebih rendah dan lebih efisien dibanding RPP sebelum kebijakan Merdeka Belajar. Menurut surat edaran tersebut, dengan dilakukannya efisiensi RPP, guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersipakan dan mengevalusi proses pembelajaran itu sendiri.

Baca juga:   Analisis Kebijakan Merdeka Belajar Episode 1 dan 5

RPP Satu Halaman, Efektifkah?

Lalu, apakah RPP model minimalis ini efektif digunakan dalam pembelajaran? Hingga saat ini masih banyak pihak yang meragukan hal tersebut. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita telaah terlebih dahulu arti kata “efektif”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, efektif diartikan sebagai ‘manjur’ atau ‘membawa hasil’. Dengan demikian, apakah RPP komplet dengan tiga belas komponen penyusun mampu memberikan hasil yang baik dalam pembelajaran? Apakah RPP minimalis yang terdiri atas tiga komponen tidak mampu memberikan hasil yang baik dalam pembelajaran?

Kedua pertanyaan tersebut tidak serta-merta bisa dijawab, sebab yang menentukan keberhasilan sebuah pembelajaran bukan hanya RPP. Lalu, untuk apa ada RPP jika kesuksesan pembelajaran dipengaruhi banyak hal? RPP adalah pedoman, RPP adalah kontrol bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran. Action guru yang baik tentu berawal dari pedoman yang baik.

Sebenarnya, inti rencana pembelajaran terfokus pada capaian pembelajaran, pelaksanaan, dan penilaian. Capaian pembelajaran adalah tagihan belajar, merupakan kompetensi yang harus dikuasai setelah mengikuti pembelajaran. Capaian pembelajaran terangkum dalam tujuan pembelajaran yang merupakan jabaran dari indikator dan indikator itu sendiri merujuk pada kompetensi dasar. Maka, dengan mencatumkan tujuan pembelajaran, sesungguhnya indikator dan kompetensi dasar sudah terangkum di dalamnya.

Baca juga:   Program Organisasi Penggerak dan Dinamikanya

Marwah sebuah pembelajaran terletak pada kegiatan pembelajaran. Iklim dan suasana pembelajaran, serta ketertarikan dan rasa bosan siswa dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran. Selain itu, bagaimana mungkin pembelajaran dapat terjadi jika kegiatan pembelajarannya tidak ada.

Tujuan pelaksanaan pembelajaran adalah memberikan pengalaman belajar yang menarik, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa, mengukur tingkat pemahaman tersebut, dan menentukan tidak lanjut. Untuk melaksanakan hal ini dibutuhkan penilaian atau asesmen. Sebab, ketercapaian pembelajaran perlu diukur dan dinyatakan, baik secara kuntitatif (angka) maupun kualitatif (deskripsi).

Meski hanya terdiri atas tiga komponen, tetapi karena sifatnya inti dan memiliki kedudukan lebih penting dari komponen lain, RPP 1 halaman tetap bisa dijadikan pedoman untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif.

Hanya saja agar hal ini terlaksana dengan baik, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, yaitu (1) bahwa konsep “man behind the gun” berlaku dalam pembelajaran. Sebagus apapun media pembelajarannya, semaksimal apapun rencana pembelajarannya, jika gurunya tidak kompeten, hasilnya tidak akan memuaskan. Artinya, baik RPP 13 komponen maupun RPP 3 komponen, tetap memerlukan action maksimal dari guru yang kompeten. (2) Guru yang kompeten dan profesional tentu paham bahwa 30% waktu guru di sekolah digunakan untuk asesmen. Maksudnya, RPP 1 halaman tetap harus didukung dengan lampiran asesmen. Dalam RPP 1 halaman, aspek penilaian hanya berisi bentuk penilaian sesuai dengan jenis penilaiannya tanpa ada kejelasan mengenai instrumen yang digunakan dalam penilaian tersebut. Apalagi untuk evaluasi pembelajaran sangat tidak jelas tindak lanjutnya. Guru tetap harus punya draf penilaian yang jelas agar tingkat pemahaman siswa benar-benar terukur sesuai dengan semestinya.

Ada yang perlu disadari di sini, bahwa Kurikulum 2013 didesain untuk memudahkan guru mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran. Kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, media dan alat pembelajaran, langkah kegiatan pembelajaran, bahkan pedoman penilaian terdapat dalam buku guru. Peran RPP dalam Kurikulum 2013 sesungguhnya sudah tergantikan dengan adanya buku guru. Situasi yang sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, di mana indikator, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan pembelajaran, dan penilaian harus dijabarkan sendiri oleh guru. (*)

SebelumnyaLanskap Ibukota
BerikutnyaGurit Ati

2 KOMENTAR

  1. Betulkah RPP pada Kurtilas sudah benar2x dijadikan pedoman guru melaksanakan pembelajaran? Isu 1MGMP/KKG 1 RPP apa sudah berubah? Isu bhw RPP hanya utk administrasi naik pangkat apa sdh ditinggalkan?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Pendidikan yang Memerdekakan

Puisi Pemuda

Udan Sore

3

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,044FansLike
44FollowersFollow