Tuesday, January 31, 2023
spot_img
BerandaGagasan Ilmiah PopulerSantri Itu Bernama Ki Hadjar Dewantara

Santri Itu Bernama Ki Hadjar Dewantara

Z. Arifin Junaidi
Ketua LP Ma’arif NU PBNU dan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

Suyanto.id–Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan nasional, yang hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kredonya amat terkenal; ing ngarso sung tulodo – ing madyo mangun karso – tut wuri handayani.

Tak banyak yang tahu bahwa kredo itu diinspirasi dan dijiwai ayat-ayat Al Qur’an. Ing ngarso sung tulodo diinspirasi dari ayat laqad kaana lakum fi rasulillahi uswatun hasanatun, yang artinya “sungguh dalam diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik”. Ing madyo mangun karso dijiwai ayat wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil aalamin, artinya “tidaklah Aku utus engkau (Muhammad) kecuali untuk menebar rahmat untuk seluruh alam”. Tut wuri handayani sangat dijiwai ayat fadzakkir innamaa anta mudzakkir, artinya “belajarkanlah, sesungghnya engkau (Muhammad) hanya seorang pembelajar (membuat manusia belajar)”.

Apakah ini bukan sekadar othak-athik mathuk? Bukan.

Ki Hadjar Dewantara selama ini hanya dikenal sebagai Pahlawan Nasional dan Bapak Pendidikan Nasional. Padahal, Raden Mas Suwardi Suryaningrat merupakan salah satu di antara ribuan santri di nusantara yang berkiprah banyak dalam dunia pendidikan. Ki Hadjar Dewantara saat kecil dikirim keluarganya mondok di sejumlah pesantren. Salah satu guru ngaji Ki Hadjar Dewantara yaitu Kiai Sulaiman Zainuddin Abdurrahman, pengasuh pesantren di Kalasan, Prambanan. Ki Hadjar belajar Al Qur’an hingga mahir membaca dan memahami isinya. Bahkan, konon Ki Hadjar juga hafiz 30 juz Al Qur’an.

Sebagai santri, Ki Hadjar Dewantara pasti paham kisah Ibnu Hajar (si anak batu), yang bernama lengkap Ibnu Hajar Atsqalani, yang menulis banyak kitab. Keulamaannya terbentuk dari ketekunan belajar yang terinspirasi oleh batu yang berlubang karena tertetes air terus menerus. Pada usia ke 40 Suwardi Suryaningrat berjuluk Ki Hadjar (sang Bapak Batu), simbol ketidakpintaran tapi rela ‘ditetesi air’ terus menerus, rela mendengarkan, rela menerima ilmu pengetahuan dari mana pun.

Baca juga:   Hardiknas: Membudayakan Budaya Merdeka, Mandiri, dan Berkedaulatan

Selamat hari lahir Ki Hadjar Dewantara.
Selamat Hari Pendidikan Indonesia.
2 Mei 2020

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Cinta

0

Janji Proklamasi

1

Pelayatan Agung

0

Ziarah

1

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
68FollowersFollow