Friday, February 26, 2021
Beranda Gagasan Ilmiah Populer Social Distancing Covid-19

Social Distancing Covid-19

Prof. Suyanto, Ph.D.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta; Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan.

Suyanto.id–Covid-19 telah dinobatkan sebagai pandemi global oleh WHO. Implikasinya? Yang jelas menakutkan bagi siapa saja terutama bagi kelompok penduduk usia tua. Menurut para ahli, daya rusak Covid-19 pada paru penderita sangat luar biasa. Itulah sebabnya semua negara menanggulangi ganasnya Covid-19 dengan serius. Mengapa harus begitu? Faktanya penularan dan penyebaran virus itu sangat cepat sekali. Bahkan di banyak negara seperti Iran, Itali, Tiongkok, Korea penyebarannya telah mengikuti prinsip deret ukur. Tiongkok sudah berhasil membasminya dengan melakukan lockdown kota Wuhan dengan biaya yang sangat mahal. Dia bisa melakukan itu karena devisanya luar biasa besarnya, mencapai bilangan triliun dollar Amerika.

Di Korea juga telah berhasil menekan persebaran Covid-19 dengan melakukan pemeriksaan massal bagi penduduknya. Bayangkan, betapa hebatnya Korea. Setiap hari ia mampu memeriksa ratusan ribu orang penduduk untuk memastikan mereka mengidap Covid-19 atau tidak. Korea lebih gampang mengendalikan Covid-19 karena faktor penduduk yang sangat disiplin, memahami, mematuhi, dan mau menjalankan program pemerintahnya. Jepang juga berhasil menekan penyebaran Covid-19 karena juga faktor disiplin para warganya mengisolasi diri secara sukarela sesuai program pemerintahnya. Itali masih dalam fase keganasan luar biasa, meski melakukan lockdown namun intervensi pemerintahnya terlambat kata banyak laporan di media.

Indonesia

Bagaimana Indonesia? Kita bisa juga berada dalam cengkeraman Covid-19 jika kita semua tidak memiliki langkah yang sama, terukur, terprogram sejak dari pemerintah pusat, sampai pemerintah daerah dan masyarakat secara luas. Dalam konteks ini koordinasi menjadi sangat penting untuk dilakukan di semua tingkatan. Di Jepang dan Korea mereka lebih mudah mengoordinasikan masyarakat untuk perang bersama melawan Covid-19 karena mayoritas penduduknya memiliki pendidikan yang baik. Mereka memiliki literasi sosial dan verbal yang baik dan fungsional. Mereka mudah menerima edukasi, memiliki sense of crisis yang tinggi, bisa memandang bahwa Covid-19 adalah musuh mereka bersama.

Baca juga:   Kerinduan di Saat Covid-19 Merajalela

Mereka secara serentak melakukan hal-hal yang esensial agar bisa menghindar dari penularan Covid-19. Seperti jaga jarak antar mereka, pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, memakai hand sanitizer dan sebagainya. Hasilnya sangat efektif untuk mencegah penularan secara eksponensial.

Pemerintah kita telah memiliki program pengendalian pandemi Covid-19, dengan memberlakukan social distancing. Dalam program ini seharusnya semua komponen masyarakat mau mengindahkan. Kenyataannya? Banyak yang meremehkan, tidak mudah melakukan. Faktor apa yang menyebabkan demikian?

Faktor yang dominan sebagai predator social distancing kita adalah karena rendahnya literasi masyarakat kita. Beberapa pemerintah daerah menutup sekolah di daerahnya dengan tujuan agar siswa belajar di rumah, tidak terjadi kerumunan di sekolah-sekolah sehingga bisa mencegah penularan virus korona dengan efektif. Kenyataannya?

Mereka bersama orangtua malah berbodong pergi ke daerah wisata bersama. Begitu juga tempat ibadah masih ada yang dipenuhi anggota masyarakat menjalankan ibadahnya. Imbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah tidak efektif akibat rendahnya literasi masyarakat kita. Bahkan ada juga pejabat publik tebar pesona, disiarkan TV, membawa stafnya membagi masker gratis. Ada relawan melakukan operasi pasar untuk sembako. Akibatnya, di daerah tersebut terjadi kerumunan.

Padahal bisa saja pejabat publik yang peduli pada rakyatnya melakukan pembagian masker atau operasi pasar melalui kepala desa, RT/RW untuk meneruskannya. Persoalan tidak adanya koordinasi terjadi di sini. Itulah mahalnya koordinasi di negeri ini.

Masih banyak orang yang tidak paham akan makna dan tujuan program social distancing. Karenanya, program ini harus dikawal dengan berbagai edukasi dan pemberian informasi secara intensif. Semoga kita bisa. (*)

8 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum Wr Wb. Terima kasih Prof Suyanto, atas tulisan/idex yg inspiratif ditengah pandemi Covid-19 ini. Semoga sesuai dgn sabda Rosulalloh dlm hadits bahwa pandemi Corona ini akan berakhir jika muncul satu bintang di pagi hari/musim kemarau di bulan Mei yg akan mengangkat semua wabah di muka bumi ini. Maka Inshaa Alloh semua wabah akan hilang. Aamiin Ya Robbal Alaamiin …. Wassalamu’alaikum Wr Wb.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Hari yang Dijanjikan

Menangis adalah Hak

Problematika Terurai

Kilasanmu Ayah

Komentar Terbaru

Sedang Populer

Menangis adalah Hak

Kilasanmu Ayah

Hatiku Tak ‘Kan Berpaling Darimu

1,158FansLike
46FollowersFollow