Sunday, February 5, 2023
spot_img
BerandaGagasan Ilmiah PopulerStrategi Bisnis UMKM untuk Bertahan dalam Krisis Covid 19

Strategi Bisnis UMKM untuk Bertahan dalam Krisis Covid 19

Dr. Denies Priantinah, S.E., M.Si., Ak., C.A.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

Suyanto.id–Pandemi Covid-19 yang melanda dunia berdampak hampir ke seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali aspek bisnis dan ekonomi. Kondisi ekonomi memburuk seiring serangan virus tersebut. Aktivitas bisnis menurun dengan adanya pembatasan aktivitas manusia untuk mencegah penyebaran virus. Kondisi yang mengarah pada krisis ekonomi ini mempengaruhi semua lini, baik perusahaan besar maupun kecil, termasuk UMKM. Bahkan, beberapa sektor usaha, seperti hotel dan pariwisata, penerbangan, restoran, bahan bakar, dan lain-lain hampir mengalami kemandekan yang berimbas pada perlambatan aktivitas ekonomi secara nasional dan global.

Profesi pengusaha memiliki tantangan tersendiri di tengah bencana wabah ini. Bagi karyawan dengan penghasilan tetap, bisa jadi tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi karena ada kebijakan gaji. Akan tetapi, bagi yang berprofesi sebagai pengusaha dan menjalankan bisnis sendiri, krisis ekonomi lantaran Covid-19 ini akan berpengaruh terhadap penghasilan. Menjalankan bisnis UMKM saat perekonomian terdampak Virus Corona jelas bukan hal yang mudah. Pelaku bisnis UMKM tentunya harus memutar otak untuk menyusun strategi agar bisnis tetap jalan dengan mengurangi interaksi dan mobilitas.

Krisis ekonomi seperti saat ini memang bukan momen yang menguntungkan untuk mengembangkan bisnis. Di balik krisis tetap ada peluang usaha yang tetap bertahan ketika perekonomian memburuk. Bisnis tersebut mampu bertahan saat krisis ekonomi lantaran sejumlah faktor. Faktor yang paling menonjol adalah bisnis yang mampu menghasilkan barang-barang konsumsi dan layanan jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat. Faktor berikutnya adalah kemampuan bisnis untuk independen terhadap komponen impor dengan memanfaatkan sumber daya lokal, baik dari sumber daya manusia, bahan baku, modal, hingga peralatan.

Kelangsungan bisnis di tengah periode krisis dipicu oleh kebutuhan pasar yang tetap ada, meskipun mengalami penurunan. Hal yang menjadi masalah adalah prosedur social dan physical distancing mengurangi mobilitas sehingga menganggu interaksi pelaku pasar secara langsung. Akan tetapi, banyak jalan menuju Roma. Hambatan akses antara penjual dan pembeli bisa dikurangi dengan penggunaan teknologi informasi secara optimal. Toko fisik berubah menjadi toko di laman internet dan berbagai media sosial. Transaksi berubah dengan berbasis teknologi internet.

Beberapa bisnis yang diprediksi akan tetap bertahan dan bahkan berkembang di tengah kondisi krisis ini di antaranya adalah bisnis berbasis e-commerce, bisnis logistik, seperti makanan dan bahan pokok, bisnis kesehatan, pendidikan berbasis pembelajaran online, food delivery, streaming service.

Setiap bisnis harus memahami bahwa kondisi krisis yang tengah terjadi memicu pergeseran tingkah laku. Perilaku yang berubah seiring terjadinya krisis dan akan mempengaruhi strategi bisnis perusahaan di antaranya adalah:

  1. Konsumen yang mengalami perubahan demografi, lebih melek teknologi, bisa mengakses lebih banyak pilihan produk dengan variasi harga dan kualitas.
  2. Proses rantai pasokan dari hulu ke hilir yang banyak mempergunakan teknologi dengan tingkat ketahanan yang lebih efisien.
  3. Regulasi yang berpihak pada kesehatan masyarakat dan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga:   Idulfitri di Rumah

Penurunan kondisi ekonomi, perubahan situasi bisnis secara mendadak membuat bisnis UKM menghadapi tantangan. Tantangan ini akan membuat entitas mengalami kesulitan melakukan ekspansi dan penjualan, akibatnya keuangan perusahaan terganggu. Oleh karena itu, para pengusaha perlu memperhatikan  beberapa hal agar bisnisnya tetap bertahan. Hal tersebut adalah:

  1. Kemampuan mengelola cashflow. Ketahanan sebuah usaha baik skala besar maupun kecil seringkali bergantung pada kemampuannya untuk mengelola aliran kas. Dalam kondisi ini, kemampuan  mengelola cashflow demi memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan menjadi hal yang vital.
  2. Memotong pengeluaran, pangkas biaya, mencadangkan dana sebagai upaya efisiensi biaya dengan tetap memegang prioritas keuangan.
  3. Pekerja tidak kebal dan memiliki kekhawatiran terhadap virus. Agar mereka tetap produktif, usahakan memberi kesempatan untuk bekerja dari rumah.
  4. Alihkan aktivitas yang berbasis interaksi secara riil menjadi aktivitas berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasi.
  5. Optimalkan aktivitas dan proses bisnis mempergunakan teknologi informasi secara virtual.
  6. Tetap menjaga kualitas produk dan layanan untuk menjaga kepuasan pelanggan.
  7. Mempersiapkan bisnis untuk lebih berkembang dengan platform teknologi baru.

Dalam kondisi krisis dengan pembatasan interaksi dan mobilitas, maka ruang-ruang digital, internet dan media sosial, akan menggantikan ruang-ruang publik dan konvensional. Banyak pihak yang menjadi lebih nyaman, menjadi terbiasa, dan memetik manfaat dengan berkarya, berbisnis, dan bertransaksi melalui internet. Pergeseran ini harus disambut oleh pebisnis dengan beradaptasi terhadap dunia digital. Pelaku bisnis harus membangun keahlian supaya lebih mahir bermedia sosial, menggunakan platform baru di internet, membiasakan diri dengan e-commerce, uang digital, jam kerja, pertemuan-pertemuan virtual yang seiring waktu dianggap lebih aman dan efisien.

Adaptasi  menjadi kunci agar UMKM berhasil menjalankan bisnis dalam kondisi krisis. UKM harus mulai mengubah mindset masa lalunya, dan bersiap menghadapi perubahan di masa yang akan datang. Krisis itu ibarat dua sisi mata uang, selain memunculkan bahaya, dia juga akan memunculan kesempatan. Pada gilirannya pemenang yang mampu bertahan menghadapi perubahan bukanlah yang paling besar, paling cerdas, maupun yang paling kaya, melainkan dia yang mampu beradaptasi. (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Cinta

0

Janji Proklamasi

1

Pelayatan Agung

0

Ziarah

1

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,166FansLike
68FollowersFollow