Wednesday, January 20, 2021
Beranda Gagasan Ilmiah Populer Tahun Baru Semangat Baru

Tahun Baru Semangat Baru

Oleh Dr. M. Wildan, S.S., M.A.
Wakil Rektor III Universitas Pamulang

Suyanto.id–Mendengar frasa tahun baru orang lantas berasosiasi pada dua pertanyaan besar: apa kabar dan apa resolusi di tahun baru? Lebih-lebih dewasa ini bangsa Indonesia dan bahkan dunia masih berada pada masa pandemi Covid-19. Dengan adanya pemberitaan di sejumlah negara telah memulai penyuntikan vaksin bagi warganya menjadi aura optimis pemutusan penyebaran Covid-19.

Apa kabar menjadi pertanyaan yang kerap terdengar sepanjang masa pandemi Covid-19 ini. Dalam konteks pemaknaan tentu tidak dapat dimaknai secara semantik semata, tetapi mesti membutuhkan bantuan pragmatik. Pasalnya, secara semantik bermakna menanyakan keadaan dengan tanpa dikaitkan dengan konteks kekinian yang terjadi di sekitar mitra tutur. Sementara dalam konteks pragmatik, tentu memiliki makna yang lebih luas cakupannya karena suatu makna bergantung pada konteks yang menyertai suatu tuturan.



Sekiranya pertanyaan apa kabar? dijawab dengan baik, saya sehat. Tentu ini sarat dengan suatu konteks dialogis antara penutur dan mitra tutur dalam pemaknaan semantik. Berbeda halnya dengan pertanyaan apa kabar? lalu dijawab dengan baik, saya sudah sembuh dari suatu penyakit X dan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Jawaban mitra tutur semacam ini sarat bermuatan pragmatik. Pasalnya, dalam praanggapan mitra tutur memahami konteks pertanyaan penutur/penanya dalam lingkup yang lebih luas sesuai kondisi yang terjadi pada dirinya.

Pada masa pandemi Covid-19 ini penutur dan mitra tutur memang kerap dijumpai tuturan yang sarat pragmatik. Dalam hemat saya, fenomena semacam ini hadir dalam interaksi tuturan mengindikasikan sebagai penciri budaya peduli suatu bangsa. Pasalnya, dalam suatu teori dikatakan bahwa bahasa menunjukkan identitas suatu bangsa. Penutur bertanya apa kabar kepada mitra tutur tentu bukan suatu tuturan basa-basi semata, melainkan lebih pada sikap peduli terhadap sesama. Bahkan, sikap peduli ini menjadi suatu modal sosial yang bernilai baik serta menumbuhkan rasa optimis dalam berbangsa dan bernegara.

Sikap peduli yang dikemas dalam suatu pertanyaan apa kabar menjadi penguat imun bagi mitra tutur.  Untuk itu, awali tahun baru ini dengan semangat baru melalui suatu pertanyaan apa kabar kepada mitra tutur. Medianya dapat melalui pemanfaatan media sosial dan atau pada saat bertemu langsung. Dalam konteks nilai religius bahwa pertanyaan apa kabar mengindikasikan implementasi nilai religius yang mengarah pada hablum minannas (hubungan baik sesama manusia). Sementara dalam konteks sosialnya, menciptakan watak sosial manusia sebagai suatu makhluk sosial yang hidupnya membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani suatu kehidupan.

Baca juga:   Beridulfitri di Rumah

Resolusi Tahun Baru

Sudah menjadi tradisi bahwa setiap menjelang awal tahun orang beramai-ramai membuat resolusi untuk tahun baru. Namun, sebelum beresolusi untuk tahun baru, bijak bila dilakukan evaluasi terhadap resolusi 2020 silam yang telah dijanjikan sehingga tidak menjadi utang dalam memasuki tahun 2021.

Apakah resolusi 2020 sudah tercapai? Tentu hanya diri kitalah yang dapat menjawabnya. Paling tidak menjadi tanda-tanda tidak tercapai resolusi 2020 bila pada 2021 dimasukkan kembali ke dalam resolusi yang sama dengan tanpa ada kenaikan target. Misalnya, bagi mahasiswa pada resolusi 2020 ingin mencapai empat prestasi akademik tingkat nasional, namun pada tahun berikutnya 2021 beresolusi sama dengan tanpa menaikkan lima atau enam prestasi, bahkan menurunkan capaian menjadi tiga atau dua. Contoh semacam ini mengindikasikan lemah dalam mewujudkan resolusi yang telah diikrarkan.

Resolusi semacam suatu target yang akan dicapai dalam satu tahun ke depan. Melalui target inilah suatu strategi dirancang terkait bagaimana diwujudkannya menjadi suatu kenyataan. Pasalnya, setiap orang tentu memiliki suatu resolusi dalam mengarungi satu tahun ke depan. Bahkan, setiap profesi apapun sudah barang tentu memiliki resolusi. Dalam hemat saya, hanya dengan resolusi inilah mengawali tahun 2021 dengan semangat baru.

Baca juga:   Ketika Semua Orang Bicara Korona

Ada baiknya menentukan resolusi dengan mengukur kapasitas diri seseorang. Mengukur diri menjadi tolok ukur keberhasilan ketercapaian suatu resolusi. Oleh karenanya, setelah mengukur kemampuan diri, barulah kemudian dirancang dan disusun dengan rapi untuk kemudian dilaksanakan berdasarkan mana yang lebih mudah diwujudkan dalam aksi nyata.

Bila melihat kondisi saat ini tampaknya resolusi 2021 tidak jauh-jauh dari dunia kesehatan. Artinya, setiap orang menginginkan sehat dan terbebas dari wabah Covid-19. Untuk itu, resolusi sebagian orang mendapatkan vaksin karena dengannya orang dapat mewujudkan resolusi berikutnya. Sehat menjadi modal utama dalam meraih segala resolusi yang sudah ditulis di atas kertas. Sebab, bila tidak sehat mustahil suatu resolusi dapat tercapai secara maksimal.

Sebagai catatan penutup, bahwa melalui pertanyaan apa kabar menjadi kata kunci (key word) dalam rangka menata suatu resolusi yang gemilang untuk tahun 2021. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tulisan Terbaru

Mamuju

Tresna Tanpa Syarat

Tepuk Dada

Komentar Terbaru

Sedang Populer

1,145FansLike
46FollowersFollow